Mengenal Af’alul Muqarabah dalam Tata Bahasa Arab

Reading Time: 2 minutes

Assalamu’alaikum, Sobat Fahimna 

Sebelumnya, kita telah mengenal bab كان و أخواتها (kana wa akhawatiha), yaitu kelompok kata kerja dalam bahasa Arab yang berfungsi mengubah struktur mubtada dan khabar.

Pada pembahasan kali ini, kita akan melanjutkan kajian tersebut dengan fokus yang berbeda, yaitu pada kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu perbuatan hampir terjadi, diharapkan terjadi, atau baru saja dimulai, tetapi belum sempurna terwujud.

Kelompok kata kerja ini dikenal dalam ilmu nahwu dengan istilah:

أفعال المقاربة و الرجاء و الشروع (Af’al Al Muqarabah wa Ar Raja’ wa Asy Syuru’)  

❖ Apa Itu Af’al Al Muqarabah?

أفعال المقاربة (Af’al Al Muqarabah) adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan kedekatan

terjadinya suatu perbuatan, tanpa memastikan bahwa perbuatan tersebut benar-benar terjadi.

Kata kerja yang paling sering digunakan dalam kelompok ini adalah: كَادَ (hampir), كَرَبَ (hampir), أَوْشَكَ (nyaris, hampir)

Contoh: كَادَ المَطَرُ يَنْزِلُ (Hujan hampir turun)

Kalimat ini menunjukkan bahwa hujan belum turun, tetapi kejadiannya sudah sangat dekat.

❖ Pembagian Af‘al dalam Bab Ini

Dalam ilmu nahwu, af‘al nasikhah pada bab ini terbagi menjadi tiga kelompok utama:

1. أفعال المقاربة (Af’al Al Muqarabah) 

Digunakan untuk menunjukkan perbuatan yang hampir terjadi.

Contoh: كَادَ ، كَرَبَ ، أَوْشَكَ

Contoh kalimat: كَرَبَ الطِفْلُ يَسْقُطُ (Anak kecil hampir jatuh)

2. أفعال الرجاء (Af’al Ar Raja’)

Digunakan untuk menyatakan harapan terjadinya suatu perbuatan.

Contoh: عَسَى، حَرَى، اِخْلَوْلَقَ

Contoh kalimat: عَسَى اللهُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا (Semoga Allah ﷻmengampuni kita)

3. أفعال الشروع (Af’al Asy Syuru’) 

Digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu perbuatan sudah mulai dilakukan.

Contoh: طَفِقَ، جَعَلَ، أَخَذَ، شَرَعَ، أَنْشَأَ، عَلِقَ، هَبَّ, dan lain-lain.

Contoh kalimat: طَفِقَ الطِفْلُ يَبْكِيْ (Anak kecil itu mulai menangis)

❖ Kedudukan dalam Ilmu Nahwu

Kaidah umum:

• Merafa‘kan isim

• Menashabkan khabar

• Khabar wajib berupa jumlah fi‘liyyah

• Fi‘il dalam khabar asalnya fi‘il mudhari‘

Contoh yang benar: كَادَ الطَالِبُ يَنْجَحُ

Contoh yang salah: كَادَ الطَالِبُ نَاجِحًا

❖ Hukum Penggunaan أَنْ pada Khabar

Bagian ini merupakan salah satu pembahasan terpenting dalam bab ini.

• عَسَى

– Biasanya disertai أَنْ

– Tanpa أَنْ → jarang

– Dapat digunakan sebagai fi‘il naqiṣ maupun fi‘il tam. 

Contoh kalimat: عَسَى اللهُ أَنْ يُوَفِّقَكَ (Semoga Allah ﷻmemberimu taufiq)

• حَرَى dan اِخْلَوْلَقَ

– Bermakna harapan

– Wajib disertai أَنْ

– Tidak boleh digunakan tanpa أَنْ

Contoh kalimat: اِخْلَوْلَقَ الكَسلَانُ أَنْ يَجْتَهِدَ (Semoga orang malas itu menjadi rajin)

• أَوْشَكَ

– Lebih sering digunakan dengan أَنْ

– Tanpa أَنْ → jarang

Contoh kalimat: أَوْشَكَ الوَقْتُ أَنْ يَنْتَهِيَ (Waktu itu hampir habis)

• كَادَ dan كَرَبَ

– Bermakna hampir terjadi

– Lebih sering digunakan tanpa أَنْ

– Dengan أَنْ → jarang

– كَرَبَ hukumnya seperti كَادَ (pendapat terkuat)

Contoh kalimat: كَرَبَ الطِفْلُ يَسْقُطُ (Anak kecil itu hampir jatuh)

• أفعال الشروع

– Wajib tanpa أَنْ

Hal ini karena الشروع menunjukkan keadaanحال (hal)<sedang berlangsung>, sedangkan أَنْ menunjukkan استقبال(istiqbal) <masa depan>. Kedua makna ini saling bertentangan.

Contoh kalimat: طَفِقَ الطِفْلُ يَبْكِيْ (Anak kecil itu mulai menangis)

 

❖ Perubahan Bentuk (Tashrif)

Hukum asalnya, af‘al dalam bab ini tidak ditashrif dan umumnya hanya digunakan dalam bentuk fi‘il madi.

Yang masyhur mengalami tashrif:

– كَادَ → mudhari‘ (يَكَادُ), contoh: يكاد الطفل ينام (anak itu hampir tidur)

– أَوْشَكَ → mudhari‘ (يُوْشِكُ), isim fa‘il (مُوْشِكٌ), contoh: يُوْشِكُ الوَقْتُ أَنْ يَنْتَهِيَ (waktu itu hampir habis)

Yang jarang ditashrif: عَسَى ، طَفِقَ ، جَعَلَ

(Terdapat riwayat penggunaan, tetapi tidak masyhur).

 

Dengan memahami أفعال المقاربة والرجاء والشروع (Af’al Al Muqarabah wa Ar Raja’ wa Asy Syuru’), sobat fahimna tidak hanya mengenal bentuk kalimat dalam bahasa Arab, tetapi juga memahami nuansa maknanya: antara perbuatan yang hampir terjadi, diharapkan terjadi, dan baru saja dimulai.

Referensi:

• Kitab Dalil As Salik Ila Alfiah Ibn Malik

• Baina Yadaik Jilid 4

Penulis: Siti Amirah Syakirah

Pembimbing: Ustaz Muhammad Qozwaeni, M.Hum