{"id":97,"date":"2025-09-28T21:26:07","date_gmt":"2025-09-28T14:26:07","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=97"},"modified":"2025-09-28T21:26:07","modified_gmt":"2025-09-28T14:26:07","slug":"mengenal-lebih-dalam-tentang-donor-organ","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=97","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dalam Tentang Donor Organ"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udcda Penulis Artikel: Malika Syifa Audina.<\/p>\n\n\n\n<p>\u270d\ud83c\udffc PENGERTIAN<\/p>\n\n\n\n<p>Donasi secara bahasa artinya pemberian secara sukarela tanpa syarat. Menjadi sukarelawan berarti menyumbangkan apa yang dimiliki untuk membantu dengan kata lain melakukan sesuatu yang tidak wajib dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Organ adalah bagian tubuh yang terdiri dari jaringan dan sel yang berfungsi untuk menjalankan tugas tertentu. Organ merupakan struktur biologis yang penting dalam tubuh makhluk hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dapat disimpulkan arti donor organ adalah saat Anda memutuskan untuk mendonorkan organ guna menyelamatkan orang lain dengan mengambil manfaat dari salah satu organ tubuhnya tanpa imbalan dan donasi ini diawasi oleh tim medis yang profesional. Proses pengambilan organ atau jaringan tubuh ini dapat membantu menyelamatkan nyawa dan memperbaiki kualitas hidup orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>\u270d\ud83c\udffc PEMBAHASAN<\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak organ yang dapat didonorkan di antaranya yaitu hati, ginjal, paru-paru, jantung, katup jantung, sumsum tulang belakang, telinga tengah, kornea, dan pankreas.<\/p>\n\n\n\n<p>Disebutkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Transplantasi Nasional bahwa di antara alasan yang mendasari adanya donor organ adalah:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Memberikan kesempatan untuk hidup lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Meningkatkan kualitas hidup seseorang, dimana ia dapat hidup lebih sehat dengan organ baru yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Adanya rasa empati dan kemanusiaan, sehingga muncul rasa ingin menolong sesama manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Menurunkan tingginya angka kematian yang disebabkan atas kerusakan organ yang dideritanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2744\ufe0f Donor organ adalah keputusan besar yang bisa membawa dampak besar bagi penerima donor, serta memberikan harapan bagi keluarga yang menghadapi kehilangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2744\ufe0fMayoritas masyarakat memandang bahwa donor organ saat ini memiliki nilai negatif, meski demikian kesadaran masyarakat mengenai donor organ sudah tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dari kedua sisi yang berbeda antara sisi agama dan kesehatan. Dari sisi pandang kesehatan, donor organ merupakan pilihan alternatif yang dapat menekan tingginya angka kematian yang disebabkan adanya kerusakan organ, yang mana tindakan tersebut diambil setelah adanya persetujuan dari pihak dan wali yang bersangkutan. Adapun donor organ jika dilihat dari sisi pandang agama di sana terdapat berbagai selisih pendapat di kalangan para ulama. Di antara mereka ada yang membolehkan untuk mendonorkan, ada pula yang tidak membolehkannya. InsyaAllah akan dijabarkan dengan detail pada pembahasan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u270d\ud83c\udffc KESIMPULAN<\/p>\n\n\n\n<p>Donor organ merupakan tindakan pemindahan suatu organ dari pendonor dan penerima, yang dibantu oleh para tenaga medis setelah adanya persetujuan dari kedua belah pihak yang terkait. Melihat adanya dampak positif atas keberhasilan donor organ dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut bergabung dalam donor organ dan mendukung adanya tindakan ini. Kendati demikian, di sana para ulama berselisih pendapat didasari adanya beberapa dalil serta maslahat yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udcccRUJUKAN<\/p>\n\n\n\n<p>1. Rizal, F. (2021, 10 September). Berikut Ini Organ Tubuh Manusia yang Bisa Didonorkan. Diakses pada 15 November 2024, dari<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.organdonation.nhs.uk\/helping-you-to-decide\/about-organ-donation\/\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>2. Better Health Channel Australia. Diakses pada 2024. Organ and Tissue Transplantation.<\/p>\n\n\n\n<p>Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Organ Donation and Transplantation.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2550\u2550\u2550\u2550 \u2741 \u2741 \u2550\u2550\u2550\u2550<\/p>\n\n\n\n<p>Follow us<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022Instagram : https:\/\/www.instagram.com\/fahimna.red?igsh=emFlaTN0eDl5dHM4<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022Telegram : https:\/\/t.me\/fahminachannel<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\ud83d\udcda Penulis Artikel: Malika Syifa Audina. \u270d\ud83c\udffc PENGERTIAN Donasi secara bahasa artinya pemberian secara sukarela tanpa syarat. Menjadi sukarelawan berarti menyumbangkan apa yang dimiliki untuk membantu dengan kata lain melakukan sesuatu yang tidak wajib dilakukan. Organ adalah bagian tubuh yang terdiri dari jaringan dan sel yang berfungsi untuk menjalankan tugas tertentu. Organ merupakan struktur biologis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-97","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":83,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=83","url_meta":{"origin":97,"position":0},"title":"Donor Organ dan Hukum Islam: Antara Izin, Etika, dan Larangan Jual Beli","author":"fahimna","date":"28 September 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udce5 Penulis: Malika Syifa Audina \ud83c\udfc6 PEMBAHASAN Setelah membahas donor hidup dan donor mati, kini pembahasan berfokus pada nilai etis, hukum, dan pandangan ulama terhadap donor organ. Beliau shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u00ab\u200c\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u200c\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0629\u0650\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0650\u0651\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c\u0651 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0631\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u00bb \u201cSegerakanlah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Donor&quot;","block_context":{"text":"Donor","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=15"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":482,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=482","url_meta":{"origin":97,"position":1},"title":"Adab Seorang Penuntut Ilmu Terhadap Dirinya (Bagian 2)","author":"fahimna","date":"8 April 2026","format":false,"excerpt":"\u00a0 Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu dalam membina dan memperbaiki dirinya. Adab-adab tersebut merupakan landasan awal agar ilmu yang dipelajari dapat diterima dan diamalkan dengan baik. Pada bagian ini, akan dilanjutkan pembahasan adab-adab lain yang berkaitan erat dengan penjagaan diri, baik\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Akhlak&quot;","block_context":{"text":"Akhlak","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=23"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":502,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=502","url_meta":{"origin":97,"position":2},"title":"Denda&nbsp;atas&nbsp;Gigi dan Jari-Jemari&nbsp;yang dihilangkan.","author":"fahimna","date":"4 Mei 2026","format":false,"excerpt":"Dalam Islam, hukuman atas kejahatan terhadap jiwa atau anggota tubuh tidak hanya terbatas pada\u00a0qishash, tetapi juga mencakup diat. Menurut KBBI, diat adalah denda berupa harta yang wajib dibayar karena melukai atau membunuh seseorang. \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a \u0628\u064e\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u064e\u0651\u062f\u0650 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650\u0648 \u0628\u0652\u0646\u0650 \u062d\u064e\u0632\u0652\u0645\u064d\u060c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0628\u0650\u064a\u0647\u0650\u060c \u0639\u064e\u0646\u0652 \u062c\u064e\u062f\u0650\u0651\u0647\u0650 \u0631\u0636\u064a \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0639\u0646\u0647 \u0623\u064e\u0646\u064e\u0651\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hadis Ahkam&quot;","block_context":{"text":"Hadis Ahkam","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=17"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1566.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1566.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1566.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1566.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1566.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":171,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=171","url_meta":{"origin":97,"position":3},"title":"Haruskah Wudu Setelah Berbekam?","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83e\udeb4Oleh: Wahyu Griza Septi Nuraini Bekam merupakan sunnah yang Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam pernah melakukannya. Manfaat bekam sangat baik untuk kesehatan salah satunya dapat menghilangkan racun dalam tubuh, meredakan sakit kepala, dan menjaga stamina tubuh. Ada empat jenis bekam yaiu: Pertama, bekam kering menggunakan cangkir di titik akupuntur dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hadis Ahkam&quot;","block_context":{"text":"Hadis Ahkam","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=17"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":126,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=126","url_meta":{"origin":97,"position":4},"title":"Batalkah Wudu Seseorang yang Menyentuh Kemaluannya?","author":"fahimna","date":"28 September 2025","format":false,"excerpt":"\u270d\ud83c\udffc Penulis: Ismi Maulida Khusna Pernahkah Anda bertanya-tanya, seberapa jauhkah batas kesucian dalam ibadah? Hal hal sederhana seperti memegang kemaluan, apakah bisa membatalkan wudu yang telah kita sempurnakan? Pertanyaan ini mungkin sering terlintas di benak kita. Ada yang mengatakan, menyentuh kemaluan langsung membatalkan wudu. Namun, ada pula pendapat yang berbeda.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hadis Ahkam&quot;","block_context":{"text":"Hadis Ahkam","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=17"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mycannat.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mycannat.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mycannat.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":459,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=459","url_meta":{"origin":97,"position":5},"title":"Mush\u2019ab bin&nbsp;\u2018Umair: Sang Rupawan yang Menukar Sutra dengan Debu","author":"fahimna","date":"13 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perjalanan dari kemewahan menuju kemuliaan iman Senja itu, kala langit Mekah\u00a0mulai meredup teriknya, seorang pemuda rupawan memantapkan langkahnya menuju majelis Nabi\u00a0\ufdfa\u00a0di\u00a0Dar Al-Arqam, sikapnya anggun, pakaiannya indah, dan parasnya begitu menawan. Ia menapaki bukit Safa seorang diri, menyapa penghujung hari dengan hati yang penuh akan rasa harap dan penasaran. Di umurnya\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97\/revisions\/98"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}