{"id":83,"date":"2025-09-28T20:44:56","date_gmt":"2025-09-28T13:44:56","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=83"},"modified":"2025-09-28T20:44:56","modified_gmt":"2025-09-28T13:44:56","slug":"donor-organ-dan-hukum-islam-antara-izin-etika-dan-larangan-jual-beli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=83","title":{"rendered":"Donor Organ dan Hukum Islam: Antara Izin, Etika, dan Larangan Jual Beli"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udce5 Penulis: Malika Syifa Audina<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83c\udfc6 PEMBAHASAN<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah membahas donor hidup dan donor mati, kini pembahasan berfokus pada nilai etis, hukum, dan pandangan ulama terhadap donor organ. Beliau shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda,<\/p>\n\n\n\n<p>\u00ab\u200c\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u200c\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0629\u0650\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0650\u0651\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c\u0651 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0631\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u00bb<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSegerakanlah penyelenggaraan jenazah. Karena, apabila jenazah itu orang shalih maka kalian telah berbuat baik untuknya. Sedangkan jika jenazah itu bukan orang baik maka agar kalian segera meletakkan benda jelek dari pikulan kalian.\u201d (HR. Al-Bukhari)<\/p>\n\n\n\n<p>Hadis di atas menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyegerakan dalam kepengurusan jenazah. Namun kenyataannya, adakalanya perintah tersebut tidak terlaksana. Hal ini disebabkan adanya beberapa alasan diantaranya untuk membedah jenazah tersebut. Secara garis besar, pembedahan bertujuan untuk otopsi dan pembelajaran calon dokter (kadaver).<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udcbc Otopsi adalah prosedur pemeriksaan menyeluruh terhadap tubuh mayat, termasuk organ dalam, untuk mengetahui penyebab kematian. Otopsi sendiri dibagi menjadi dua macam dilihat dari tujuannya:<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udc51 Otopsi Forensik, untuk mengungkap penyebab kematian dalam konteks hukum sehingga dapat mengungkap pelaku kejahatan.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udc51 Otopsi Klinis (Akademik), untuk mencari penyebab medis dari kematian yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83c\udf03 Kadaver dan jual beli mayat<\/p>\n\n\n\n<p>Kadaver adalah proses yang dilakukan pada mayat yang telah diawetkan untuk tujuan pendidikan medis, penelitian, atau pelatihan. Dalam praktiknya kadaver harus mengikuti tata prosedur yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia, hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 157, yang menjelaskan ketentuan penggunaan jenazah untuk keperluan pendidikan dan penelitian. Jenazah yang dijadikan kadaver harus diperoleh dengan persetujuan tertulis.<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan tersebut baik dari yang bersangkutan sebelum meninggal atau dari pihak keluarga. Adapun menjual mayit yang digunakan sebagai bahan penelitian ataupun dengan tujuan mengambil keuntungan dari donor organ mayat tanpa adanya persetujuan sebelumnya, maka hal ini dilarang karena tergolong eksploitasi manusia, baik dari sisi agama maupun tata etika kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala berfirman,<\/p>\n\n\n\n<p>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u06e1 \u0643\u064e\u0631\u064e\u0651\u0645\u06e1\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0646\u0650\u064a\u0653 \u0621\u064e\u0627\u062f\u064e\u0645\u064e<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.\u201d &nbsp;(QS.&nbsp;Al-Isra:70)<\/p>\n\n\n\n<p>Diriwayatkan dari &nbsp;\u2018Aisyah\u2002radhiyallahu \u2018anha,&nbsp;Nabi&nbsp;shallallahu \u2018alaihi wasallam&nbsp;bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p>\u0643\u064e\u0633\u0652\u0631\u064f \u0639\u064e\u0638\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0650\u0651\u062a\u0650 \u0643\u064e\u0643\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u062d\u064e\u064a\u064b\u0651\u0627<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMematahkan tulang orang yang mati seperti halnya mematahkannya ketika ia masih hidup.\u201d (HR. Abu Dawud)<\/p>\n\n\n\n<p>Dari ayat dan hadis di atas dapat kita ambil beberapa faedah di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udccdPara ulama fikih menyatakan terkait dalil ini bahwa haram hukumnya mematahkan tulang orang yang sudah meninggal, sama hal nya seperti orang hidup, baik dari sisi kehormatan dan kemuliaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalil tersebut mengisyaratkan larangan untuk melakukan pembedahan terhadap jenazah muslim untuk tujuan imiah. Karena perbuatan tersebut melanggar kehormatan jenazah tersebut, karena jenazah muslim termasuk yang dijaga kemuliaannya. Adapun pembedahan yang dilakukan sebab adanya maslahat yang ingin dicapai maka hal ini dibolehkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Larangan untuk memperjualbelikan organ tubuh setelah meninggal dunia, karena perbuatan ini menyebabkan terjadinya pembedahan terhadap mayit tersebut dan ini melanggar.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83e\udeb4 Syekh Dr. Shalih Al-Fauzan&nbsp;hafizahullah&nbsp;berkata, \u201cTidak boleh mempermainkan jenazah kaum muslimin. Akan tetapi, hendaknya dimuliakan dan dimakamkan. (Kehormatan jenazah muslim tersebut) tidak boleh dilanggar, kecuali jika dilakukan pembedahan (otopsi) untuk mengetahui penyebab kematian. Apakah jenazah tersebut dibunuh atau meninggal tanpa dibunuh. Jika otopsi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian, maka tujuan tersebut dapat dibenarkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\ud83d\udce5 Penulis: Malika Syifa Audina \ud83c\udfc6 PEMBAHASAN Setelah membahas donor hidup dan donor mati, kini pembahasan berfokus pada nilai etis, hukum, dan pandangan ulama terhadap donor organ. Beliau shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda, \u00ab\u200c\u0623\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u0639\u064f\u0648\u0627 \u200c\u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627\u0632\u064e\u0629\u0650\u060c \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u062a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0650\u0651\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0634\u064e\u0631\u064c\u0651 \u062a\u064e\u0636\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0631\u0650\u0642\u064e\u0627\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u00bb \u201cSegerakanlah penyelenggaraan jenazah. Karena, apabila jenazah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[13,14],"class_list":["post-83","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-donor","tag-donor","tag-organ"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":97,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=97","url_meta":{"origin":83,"position":0},"title":"Mengenal Lebih Dalam Tentang Donor Organ","author":"fahimna","date":"28 September 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udcda Penulis Artikel: Malika Syifa Audina. \u270d\ud83c\udffc PENGERTIAN Donasi secara bahasa artinya pemberian secara sukarela tanpa syarat. Menjadi sukarelawan berarti menyumbangkan apa yang dimiliki untuk membantu dengan kata lain melakukan sesuatu yang tidak wajib dilakukan. Organ adalah bagian tubuh yang terdiri dari jaringan dan sel yang berfungsi untuk menjalankan tugas\u2026","rel":"","context":"Postingan serupa","block_context":{"text":"Postingan serupa","link":""},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":171,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=171","url_meta":{"origin":83,"position":1},"title":"Haruskah Wudu Setelah Berbekam?","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83e\udeb4Oleh: Wahyu Griza Septi Nuraini Bekam merupakan sunnah yang Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam pernah melakukannya. Manfaat bekam sangat baik untuk kesehatan salah satunya dapat menghilangkan racun dalam tubuh, meredakan sakit kepala, dan menjaga stamina tubuh. Ada empat jenis bekam yaiu: Pertama, bekam kering menggunakan cangkir di titik akupuntur dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hadis Ahkam&quot;","block_context":{"text":"Hadis Ahkam","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=17"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/download6672415518801461705.jpeg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":126,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=126","url_meta":{"origin":83,"position":2},"title":"Batalkah Wudu Seseorang yang Menyentuh Kemaluannya?","author":"fahimna","date":"28 September 2025","format":false,"excerpt":"\u270d\ud83c\udffc Penulis: Ismi Maulida Khusna Pernahkah Anda bertanya-tanya, seberapa jauhkah batas kesucian dalam ibadah? Hal hal sederhana seperti memegang kemaluan, apakah bisa membatalkan wudu yang telah kita sempurnakan? Pertanyaan ini mungkin sering terlintas di benak kita. Ada yang mengatakan, menyentuh kemaluan langsung membatalkan wudu. Namun, ada pula pendapat yang berbeda.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Hadis Ahkam&quot;","block_context":{"text":"Hadis Ahkam","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=17"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mycannat.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mycannat.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mycannat.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x"},"classes":[]},{"id":216,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=216","url_meta":{"origin":83,"position":3},"title":"Perjalanan Nabi Muhammad Thaif untuk Berdakwah","author":"fahimna","date":"12 November 2025","format":false,"excerpt":"Penulis : Sumayyah Setelah istri Rasulullah shallahu \u2018alaihi wa sallam Khadijah dan paman beliau Abu Thalib \u00a0meninggal, perasaan beliau sangat sedih. Ujian yang datang juga semakin dahsyat dan banyak penolakan dari orang-orang Mekkah terhadap dakwah beliau. Oleh karena itu, Rasulullah shallahu \u2018alaihi wa sallam pergi ke Thaif bersama Zaid bin\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":248,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=248","url_meta":{"origin":83,"position":4},"title":"Definisi, Landasan, dan Cara Menghiasi Diri dengan Keindahan Akhlak Islamiah","author":"fahimna","date":"1 Desember 2025","format":false,"excerpt":"\u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0645\u064e\u0627 \u0628\u064f\u0639\u0650\u062b\u0652\u062a\u064f \u0644\u0650\u0623\u064f\u062a\u064e\u0645\u0650\u0651\u0645\u064e \u0635\u064e\u0627\u0644\u0650\u062d\u064e \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u0627\u0642\u0650 \u201cSesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.\u201d (HR. Al-Baihaqi) Akhlak merupakan salah satu pilar terpenting dalam ajaran Islam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, memperbaiki masyarakat jahiliah yang saat itu dipenuhi permusuhan, kekerasan, dan ketidakadilan. Akhlak bukan sekadar perilaku\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Akhlak&quot;","block_context":{"text":"Akhlak","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=23"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1199.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1199.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1199.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1199.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1199.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":177,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=177","url_meta":{"origin":83,"position":5},"title":"Tafsir Surat Al-Balad","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"Surat Al-balad adalah surat ke sembilanpuluh dalam Al-Qur\u2019an dan merupakan surat makiyyah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallahu \u2018alaihi wasallam sebelum hijrah ke Madinah, surat ini memiliki arti negri. Surat ini menjelaskan bahwasannya cobaan, kelelahan dan kepayahan akan hidup berdampingan dengan manusia dan menjelaskan tentang kuasa Allah atas hambanya dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83\/revisions\/84"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}