{"id":58,"date":"2025-08-30T00:21:37","date_gmt":"2025-08-29T17:21:37","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=58"},"modified":"2025-12-16T08:44:49","modified_gmt":"2025-12-16T01:44:49","slug":"baiat-aqabah-kedua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=58","title":{"rendered":"BAIAT AQABAH KEDUA"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p>Pada tahun ke-13 kenabian, suasana malam di Mina begitu hening. Di tengah sunyinya lembah Aqabah, sekelompok lelaki dan dua perempuan dari Madinah dengan hati yang berdebar berjalan menuju tempat yang telah ditentukan. Jumlah mereka tujuh puluh tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah kaum Anshar yang telah memeluk Islam melalui dakwah penuh hikmah dari Mus\u2019ab bin Umair, utusan Rasulullah \ufdfa.<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Hati mereka penuh harap. Mereka telah melihat bagaimana Islam mulai mengubah Madinah menjadi lebih damai, dan kini mereka ingin menyatakan kesetiaan sepenuh hati kepada Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wa sallam. Rasulullah datang ditemani pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib. Meskipun Abbas belum memeluk Islam, kasih sayangnya kepada keponakannya tak tergoyahkan.<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika semua telah berkumpul di bawah naungan malam, Abbas membuka pembicaraan, \u201dWahai orang-orang Khazraj,\u201d ucapnya dengan suara tegas namun lembut, \u201cKalian tahu kedudukan Muhammad di tengah-tengah kami. Meski kaumnya tidak menyetujui ajarannya, mereka tetap melindunginya. Namun, jika kalian ingin membawa dia ke negeri kalian, ketahuilah bahwa kalian harus melindunginya dari segala musuhnya. Jika kalian tidak yakin sanggup melakukannya, biarkan dia tetap di sini.\u201d<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Para pemimpin Anshar saling memandang dan menjawab dengan keyakinan yang membara, \u201cKami telah mendengar dan memahami tanggung jawab ini. Biarkan Rasulullah sendiri yang berbicara kepada kami.\u201d Maka Rasulullah \ufdfa melangkah maju, suaranya lembut namun penuh kekuatan iman saat beliau menyampaikan isi dari baiat tersebut. Beliau meminta mereka untuk berjanji, demi Allah, bahwa mereka akan:<br \/>Selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya.<br \/>Tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, dan tidak menyebarkan kebohongan.<br \/>Melindungi Rasulullah \ufdfa sebagaimana mereka melindungi diri dan keluarga mereka sendiri.<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Salah seorang tokoh Anshar, Al-Bara\u2019 bin Ma\u2019rur, bangkit dan berkata, \u201cDemi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, kami akan melindungimu seperti kami melindungi anak-anak dan istri kami. Jika kami melanggar janji ini, biarkan Allah memberi kami hukuman.\u201d<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, di tengah keyakinan mereka, Abul Haitsam bin At-Taihan menyuarakan sebuah pertanyaan yang penting. \u201cWahai Rasulullah, jika Allah memberi kemenangan kepadamu, apakah engkau akan meninggalkan kami dan kembali kepada kaummu?\u201d<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah \ufdfa tersenyum lembut dan menjawab dengan keteguhan, \u201cTidak, darah kalian adalah darahku. Kehancuran kalian adalah kehancuranku. Aku adalah bagian dari kalian, dan kalian adalah bagian dariku. Aku akan tetap bersama kalian selama kalian setia kepada Islam.\u201d<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Malam itu, kesetiaan mereka diikrarkan. Baiat Aqabah Kedua menjadi perjanjian suci yang akan mengubah sejarah. Namun, pertemuan tersebut ternyata tidak sepenuhnya tersembunyi. Salah satu setan yang berada di dekat Aqabah berteriak keras, memperingatkan kaum Quraisy bahwa sesuatu sedang direncanakan oleh Muhammad dan orang-orang Yatsrib. Keesokan harinya, Quraisy mencurigai mereka. Namun, para pemimpin Anshar dengan tenang menyangkal segala tuduhan, dan mereka kembali ke Madinah tanpa hambatan.<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Makna peristiwa ini, Baiat Aqabah Kedua adalah titik balik. Bermula dari similar perjalanan Rasulullah \ufdfa menuju Madinah, hijrah yang akan menjadi awal lahirnya negara Islam. Di Madinah, Islam tumbuh dan menjadi kekuatan besar yang membawa rahmat bagi seluruh alam.<br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, kisah Baiat Aqabah Kedua merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai awal babak baru perjuangan \ufdfa dan para sahabat. Baiat ini memperlihatkan keimanan yang mendalam, keberanian luar biasa, dan pengorbanan kaum Anshar untuk mendukung dakwah Islam. Dengan jaminan perlindungan dari mereka, Rasulullah \ufdfa akhirnya memiliki landasan yang kokoh untuk berhijrah ke Madinah, membangun komunitas Muslim yang solid, dan memulai fase baru dalam penyebaran Islam. Peristiwa ini juga menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar hanya bisa dicapai dengan kolaborasi, kepercayaan, dan tekad yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelajaran yang bisa dipetik adalah keberanian dalam mendukung kebenaran. Keteguhan kaum Anshar dalam memberikan perlindungan kepada Rasulullah \ufdfa mengajarkan kita untuk berani mendukung kebenaran meski menghadapi risiko besar, kesabaran dalam perjuangan, dan perjuangan Rasulullah \ufdfa di Makkah selama bertahun-tahun hingga mendapat dukungan kaum Anshar mengajarkan pentingnya kesabaran dan kerja keras dalam mencapai tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Nuzhah Samiyyah<\/p>\n\n\n\n<p>Pembimbing:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><br \/>Sirah Nabawiyah. Terjemahan oleh Prof. Dr. Mahmud al-Maraghi. Cetakan Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut<br \/>Sealed Nectar (Ar-Raheeq Al-Makhtum). Terjemahan oleh Dr. Muhammad Saed Abdul-Rahman. Cetakan Darussalam, Riyadh.<br \/>Al-Bidayah wa An-Nihayah (The Beginning and the End). Terjemahan oleh Dr. Saiful Islam. Cetakan Dar al-Fikr, Beirut.<br \/>Tarikh At-Tabari (The History of al-Tabari). Terjemahan oleh Ismail Poonawala. Cetakan Brill, Leidn.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Pada tahun ke-13 kenabian, suasana malam di Mina begitu hening. Di tengah sunyinya lembah Aqabah, sekelompok lelaki dan dua perempuan dari Madinah dengan hati yang berdebar berjalan menuju tempat yang telah ditentukan. Jumlah mereka tujuh puluh tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah kaum Anshar yang telah memeluk Islam melalui dakwah penuh hikmah dari Mus\u2019ab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[11],"class_list":["post-58","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sirah","tag-sirah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":35,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=35","url_meta":{"origin":58,"position":0},"title":"BAIAT AQABAH PERTAMA","author":"fahimna","date":"29 Agustus 2025","format":false,"excerpt":"Pada tahun ke-11 kenabian, enam orang dari Yatsrib (kini dikenal sebagai Madinah) mengunjungi Makkah saat musim haji dan bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu \u2018alayhi wasallam. Mereka tertarik dengan ajaran Islam setelah mendengar langsung dari beliau, dan akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keenam orang tersebut juga berjanji kepada Rasulullah untuk\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":475,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=475","url_meta":{"origin":58,"position":1},"title":"Di Balik Kemenangan Perang&nbsp;Badar","author":"fahimna","date":"23 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perang\u00a0Badar\u00a0merupakan simbol awal dari kemenangan kaum Muslimin. Namun,\u00a0di balik \u00a0kemenangan tersebut justru membuat Madinah memasuki masa yang penuh\u00a0ketegangan. Madinah tidak pernah benar-benar dalam keadaan aman pada masa setelah Perang Badar sampai Perang Uhud. Berbagai macam\u00a0ancaman\u00a0terus datang, mulai dari aktivitas militer untuk menjaga wilayah, rencana konspirasi yang mengancam nyawa\u00a0NabiMuhammad\u00a0\ufdfa\u00a0hingga konflik terbuka\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":459,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=459","url_meta":{"origin":58,"position":2},"title":"Mush\u2019ab bin&nbsp;\u2018Umair: Sang Rupawan yang Menukar Sutra dengan Debu","author":"fahimna","date":"13 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perjalanan dari kemewahan menuju kemuliaan iman Senja itu, kala langit Mekah\u00a0mulai meredup teriknya, seorang pemuda rupawan memantapkan langkahnya menuju majelis Nabi\u00a0\ufdfa\u00a0di\u00a0Dar Al-Arqam, sikapnya anggun, pakaiannya indah, dan parasnya begitu menawan. Ia menapaki bukit Safa seorang diri, menyapa penghujung hari dengan hati yang penuh akan rasa harap dan penasaran. Di umurnya\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":216,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=216","url_meta":{"origin":58,"position":3},"title":"Perjalanan Nabi Muhammad Thaif untuk Berdakwah","author":"fahimna","date":"12 November 2025","format":false,"excerpt":"Penulis : Sumayyah Setelah istri Rasulullah shallahu \u2018alaihi wa sallam Khadijah dan paman beliau Abu Thalib \u00a0meninggal, perasaan beliau sangat sedih. Ujian yang datang juga semakin dahsyat dan banyak penolakan dari orang-orang Mekkah terhadap dakwah beliau. Oleh karena itu, Rasulullah shallahu \u2018alaihi wa sallam pergi ke Thaif bersama Zaid bin\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":236,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=236","url_meta":{"origin":58,"position":4},"title":"Perang Badar Kubra","author":"fahimna","date":"27 November 2025","format":false,"excerpt":"Perang Badar merupakan salah satu peristiwa yang sangat berpengaruh dalam mengubah peta kekuatan bagi kaum Muslimin karena perang ini merupakan kemenangan pertama bagi umat Islam. Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriyah. Latar Belakang Peperangan Kaum Muslimin telah Allah Subhanahu Wa Ta\u2019ala izinkan untuk melawan kezaliman yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":175,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=175","url_meta":{"origin":58,"position":5},"title":"Sang Peniru Ulung Rasulullah","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83e\udeb4Penulis: Neisya Iffah Zahrah Garis Keturunan yang Mulia Saat telah memasuki usia senjanya, ia berbicara, \u201cAku telah berbaiat kepada Rasulullah dan sampai saat ini, aku tidak pernah merusak atau mengingkari janji itu. Aku tidak pernah berbaiat kepada pengobar fitnah dan tidak pula membangunkan orang mukmin kala tidurnya.\u201d Kalimat tersebut merupakan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=58"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":411,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/58\/revisions\/411"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=58"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=58"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=58"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}