{"id":548,"date":"2023-11-17T13:46:00","date_gmt":"2023-11-17T06:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=548"},"modified":"2026-06-06T13:47:15","modified_gmt":"2026-06-06T06:47:15","slug":"iman-kepada-kitab-kitab-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=548","title":{"rendered":"IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur\u2019an) kepada hamba dan rasul-Nya, Muhammad shallallahu \u2018alaihi wa salam agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Segala puji bagi-Nya dan semoga Dia senantiasa mencurahkan rahmat dan berkah-Nya kepada nabi-Nya dan siapapun yang mengikutinya hingga akhir zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melanjutkan artikel sebelumnya, pembahasan kali ini adalah tentang rukun ketiga dari enam rukun iman, yaitu: Iman Kepada Kitab-Kitab Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kitab, Wahyu Tuhan Yang Dituliskan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kata kitab atau dalam bahasa indonesia terkadang diartikan sebagai buku, pada dasarnya merujuk kepada lembaran-lembaran yang tertulis (mengandung tulisan). Kitab mencakup lembaran-lembaran tersebut beserta tulisan yang ada didalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kitab dalam konteks agama bermakna lebih spesifik, yaitu: lembaran-lembaran yang mengandung firman-firman Allah yang telah Dia wahyukan kepada para rasul-Nya \u2018alaihimussalam. Baik yang Allah turunkan dalam bentuk tertulis seperti Taurat, atau melalui lisan malaikat yang kemudian dituliskan seperti Al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Singkatnya, kitab adalah wahyu Tuhan (Allah) yang dituliskan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentang Wahyu, Bimbingan Allah Untuk Ciptaan-Nya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wahyu dalam terminologi syariat artinya: pemberitahuan Allah kepada para nabi-Nya menurut kehendak-Nya, berupa sesuatu dari syariat (aturan) Allah atau kitab, baik melalui perantara ataupun tidak (tanpa perantara).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diantara wahyu-wahyu ini, ada yang nantinya Allah perintahkan agar disampaikan juga kepada kaum nabi yang menerima wahyu tersebut. Seperti wahyu Allah kepada rasul-Nya, Muhammad shallallahu \u2018alaihi wa salam, yang kemudian menjadi petunjuk bagi seluruh alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wahyu merupakan bentuk kelembutan dan perhatian Allah kepada ciptaan-Nya. Melalui wahyu-wahyu tersebut Allah memberi petunjuk dan arahan, yang didalamnya terdapat kebaikan dan kemaslahatan bagi mereka. \u201cMereka (para jin) berkata, \u2018Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur\u2019an) yang diturunkan setelah Musa, (kitab tersebut) membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran, dan kepada jalan yang lurus.\u201d (QS. Al-Ahqaf: 30) Melalui wahyu, Allah membimbing makhluk-Nya agar mereka dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan melindungi mereka dari kesengsaraan dan kerugian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diantara hikmah Allah adalah, Dia selalu menurunkan wahyu yang sesuai dengan umat yang akan menerimanya. Allah menurunkan wahyu beberapa kali, kepada umat tertentu di zaman tertentu, dengan rentang waktu antar kitab yang juga telah diperhitungkan dengan teliti. Dan wahyu-Nya yang terakhir, Al-Qur\u2019an sesuai untuk semua ciptaan-Nya, dimanapun dan kapanpun hingga hari kiamat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wahyu juga menjadi bukti adanya sifat Kalam (berbicara\/berfirman) bagi Allah. \u201cPara rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berfirman (berbicara) kepada-Nya.\u201d (QS. Al-Baqarah: 253)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Iman kepada kitab-kitab Allah, sebagaimana ruku-rukun iman lainnya, adalah pokok penting dalam akidah seseorang, yang mana keimanan seseorang tidak akan sempurna, diakui, apalagi berbuah tanpa hal ini. Allah Ta\u2019ala berfirman: \u201cWahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Al-Qur\u2019an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang ingkar kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab Nya, para rasul-Nya dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ayat ini, Allah memerintahkan hamba-hamba Nya yang beriman untuk masuk ke dalam seluruh aturan iman, termasuk rukun-rukun dan cabang-cabangnya. Maka pertama-tama Allah memerintahkan kepada mereka untuk beriman kepada-Nya, kemudian utusan-Nya, lalu kitab-kitab yang telah Dia wahyukan kepada para utusan-Nya. Dia memerintahkan mereka untuk beriman baik kepada kitab yang Allah turunkan untuk zaman mereka (Al-Qur\u2019an), maupun kepada kitab-kitab yang Allah turunkan bagi umat-umat sebelum mereka, seperti: Taurat, Injil dan Zabur. Kemudian Allah jelaskan di penghujung ayat, bahwasanya orang yang tidak beriman kepada salah satu dari rukun iman, maka dia telah tersesat sejauh-jauhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wa billahi at-taufiq wa al-hidayah. Wallahu a\u2019lam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">REFERENSI:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Qur\u2019an Al-Karim<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tafsir Al-Qurthubi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ushul Al-Iman fi Dhau\u2019il Kitab wa As-Sunnah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur\u2019an) kepada hamba dan rasul-Nya, Muhammad shallallahu \u2018alaihi wa salam agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Segala puji bagi-Nya dan semoga Dia senantiasa mencurahkan rahmat dan berkah-Nya kepada nabi-Nya dan siapapun yang mengikutinya hingga akhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-548","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tauhid"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":448,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=448","url_meta":{"origin":548,"position":0},"title":"Beriman Kepada Takdir","author":"fahimna","date":"9 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Makna Beriman Kepada Takdir Apa itu takdir? Bukankah sudah tidak asing lagi kata 'takdir' di telinga kita? Orang-orang pada umumnya mengaitkannya dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Mencakup tentang kehidupan kita, yang baik maupun buruk, maut, dan rezeki. Akan tetapi, yang menjadi garis besar di sini, mengapa kita wajib\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tauhid&quot;","block_context":{"text":"Tauhid","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=27"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":257,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=257","url_meta":{"origin":548,"position":1},"title":"Beriman kepada Nama-Nama Allah: \u201cAl-\u2018Afuww\u201d, \u201cAl-Ghafur\u201d dan \u201cAr-Rahim\u201d","author":"fahimna","date":"2 Desember 2025","format":false,"excerpt":"\u00a0 Makna \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d Apa yang kamu ketahui tentang \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d? Bukankah hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita? Bahwasanya, judul diatas merupakan pilar penting dalam pembagian tauhid. Mari kita bahas secara singkat tentang makna dari judul di atas. Beriman kepada nama-nama Allah adalah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tauhid&quot;","block_context":{"text":"Tauhid","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=27"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":464,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=464","url_meta":{"origin":548,"position":2},"title":"Al-Qur\u2019an dan&nbsp;Ushul&nbsp;Fikih","author":"fahimna","date":"11 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kajian\u00a0Ushul\u00a0Fikih, pembahasan mengenai dalil (sumber hukum) memiliki kedudukan yang sangat penting, karena darinya hukum-hukum syariat ditetapkan. Para ulama dalam kitab-kitab mereka menjelaskan bahwa dalil-dalil tersebut ada yang disepakati kehujjahannya (adillah muttafaq \u2018alaiha) dan ada pula yang diperselisihkan (adillah mukhtalaf fiihaa), baik karena perbedaan sudut pandang, perbedaan nama, atau perbedaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":540,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=540","url_meta":{"origin":548,"position":3},"title":"Hukum Wadh\u2019i (4)","author":"fahimna","date":"3 November 2019","format":false,"excerpt":"Al-Adaa, Al-Qadhaa, dan Al-I\u2019aadah (1) Bismillah wal-hamdu lillah, wash-shalaatu was-salaamu \u2018ala Rasulillah \ufdfa. Amma ba\u2019du. Dalam kesempatan ini, penulis akan melanjutkan pembahasan materi ushul fiqh pada kesempatan yang lalu masih seputar hukum wadh\u2019i. Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan sebelumnya, hukum wadh\u2019i memiliki banyak jenis, dan In Syaa Allah artikel kali\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":544,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=544","url_meta":{"origin":548,"position":4},"title":"KHABAR AHAD 8","author":"fahimna","date":"26 Juni 2022","format":false,"excerpt":"\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645 \u0627\u0644\u062d\u0645\u062f \u0644\u0644\u0647 \u0631\u0628 \u0627\u0644\u0639\u0627\u0644\u0645\u064a\u0646\u060c \u0627\u0644\u0635\u0644\u0627\u0629 \u0648\u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645 \u0639\u0644\u0649 \u0623\u0634\u0631\u0641 \u0627\u0644\u0623\u0646\u0628\u064a\u0627\u0621 \u0648\u0627\u0644\u0645\u0631\u0633\u0644\u064a\u0646\u060c \u0648\u0639\u0644\u0649 \u0622\u0644\u0647 \u0648\u0635\u062d\u0628\u0647 \u0623\u062c\u0645\u0639\u064a\u0646\u060c \u0623\u0645\u0627 \u0628\u0639\u062f Pada artikel sebelumnya telah membahas tentang pembagian hadits hasan menurut Ibnu Shalah dengan mengaitkannya dengan definisi Imam Khattabi dan juga Imam At-Tirmidzi dan juga definisi hadits hasan yang palling rajih.\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Musthalah Hadis&quot;","block_context":{"text":"Musthalah Hadis","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=19"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":377,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=377","url_meta":{"origin":548,"position":5},"title":"Upaya Menghindari Fixed Mindset pada Gen-Z","author":"fahimna","date":"11 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Fixed mindset secara umum yaitu keyakinan bahwa kemampuan, bakat, dan kepintaran manusia bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Orang yang memiliki fixed mindset cenderung sulit untuk berkembang, karena mereka berpikir, \u201cterlahir pintar atau tidak pintar\u201d. Akibatnya mereka kurang dalam usaha, mereka meyakini bahwa usaha yang dilakukan tidakakan memberikan dampak apa\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tematik&quot;","block_context":{"text":"Tematik","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=28"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":549,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/548\/revisions\/549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}