{"id":534,"date":"2022-10-26T13:25:00","date_gmt":"2022-10-26T06:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=534"},"modified":"2026-06-06T13:26:05","modified_gmt":"2026-06-06T06:26:05","slug":"biografi-imam-ibnu-hibban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=534","title":{"rendered":"BIOGRAFI IMAM IBNU HIBBAN"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun zaman generasi utama sudah berlalu, estafet kemuliaan masih tetap digulirkan. Siapapun yang ingin merengkuh keutamaan, hendaknya ia mengejar kemuliaan. Menjadi penerus baru dari generasi yang telah berlalu tidak seharusnya melemahkan semangat kita tapi malah sebaliknya menjadi pembangkit dan penguat. Sebab setiap masa memiliki perjuangannya, orang dari masa lampau berjuang, dan orang dari masa kini berjuang. Arti perjuangan selalu dinamis, menyesuaikan perkembangan masa. Sehingga meskipun kita tidak pernah bisa menyamai kegigihan generasi terdahulu, namun meneladani kisah mereka untuk diaplikasikan dalam perjuangan kita adalah langkah terbaik.Benarlah petikan syair berikut,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0644\u0627 \u062a\u0642\u0644 \u0642\u062f \u0630\u0647\u0628\u062a \u0623\u0631\u0628\u0627\u0628\u0647 * \u0643\u0644 \u0645\u0646 \u0633\u0627\u0631 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0631\u0628 \u0648\u0635\u0644<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJangan katakan masa mereka telah berlalu, semua yang berjalan diatas jalannya akan sampai\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NASAB DAN KELAHIRAN<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau adalah Abu Hatim Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban At-Tamimi Al-Busti atau yang dikenal dengan Imam Ibnu Hibban. Beliau lahir pada tahun 273 H, di kota Bust, Khurasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SEMANGAT BELAJAR DAN KEILMUAN<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibnu Hibban memulai menuntut ilmu sejak masa belia, beliau keluar sebagaimana para penuntut ilmu lainnya menempuh perjalanan mencari hadits ke daulah islamiyah di berbagai penjuru dunia. Beliau mula-mula menempuh perjalanan mengelilingi negeri-negeri Khurasan seluruhnya, kemudian menuju Iraq, Mesir, Syam, Hijaz, Yaman, sampai sampai beliau mengambil hadits dari sekitar 2000 guru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibnu Hibban adalah contoh dalam perjalanan belajar, dimana beliau mengusai beragam bidang pengetahuan, beliau berkecimpung dalam fikih dan bahasa, beliau mendalami hadits , dan datang ke Naisabur dan mendirikan sebuah madrasah disana pada tahun 334 H sebagaimana penuturan murid beliau Al-Hakim, dimana disana dibacakan kepada beliau hasil karyanya hingga akhirnya beliau kembali ke kampong halamannya di Naisabur pada tahun 340 H dan orang-orang melakukan perjalanan thalabul hadits ke negerinya untuk mengambil ilmu darinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya\u201d, begitu kata pepatah. Suatu ketika Imam Ibnu Hibban diuji oleh Allah dengan fitnah yang menimpanya yang nyaris membuatnya terbunuh manakala beliau mengisi sebuah majelis di Naisabur dan seseorang bertanya mengenai pengertian nubuwwah dan beliau menjawabnya dengan ilmu dan amal (perkataan ini bisa dipahami dengan pemahaman yang benar sesuai syari\u2019at). Namun orang-orang bodoh yang tidak mengetahui ilmunya dan Allah menguji mereka dengan itu malah berdiri dan meneriakinya dengan sebutan zindik, mereka mengangkat suara kemudian saling menghina hingga melarang orang agar duduk di majelisnya. Beliau diasingkan dengan hebat hingga memuncaklah fitnah tatkala orang-orang tersebut mengirimkan surat untuk perintah pembunuhannya kepada khalifah abbasiyyah pada masa itu. Lalu beliau menulis surat untuk menjelaskan duduk perkara dan menegaskan bahwa beliau bisa dibunuh jika tuduhan yang dilayangkan tersebut benar hingga akhirnya masalah berhasil diluruskan dan Imam Ibnu Hibban bersih dari tuduhan tersebut. Akan tetapi, fitnah tersebut masih disebarluaskan dan mereka tetap mengusir beliau dan memaksa beliau meninggalkan Naisabur menuju Sijistan dan kembali ke kampung halamannya dan beliau tinggal disana hingga akhir hayatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GURU-GURU<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diantara guru beliau adalah Abu Khalifah Al-Fadhl bin Al-Hubab Al-Jumahi, Abu Abdirrahman An-Nasa\u2019I, Ibnu Khuzaimah, Muhammad bin Hasan bin Qutaibah, Abi Arubah, Ahmad bin Ubaidillah Ad-Darimi, Said bin Hasyim, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MURID-MURID<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diantara muhadits yang mengambil hadits dari beliau adalah Abu Abdillah Al-Hakim, Abu Abdillah bin Mandah, Manshur bin Abdillah Al-Khalidi, Abdurrahman bin Muhammad bin Rizqillah As-Sijistani, Abul Hasan Ahmad bin Harun Az-Zawzani dan selainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KARYA-KARYA<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya beliau yang paling dikenal adalah kita yang beliau beri nama At-Taqaasim wal Anwa\u2019 atau biasa dikenal dengan Shahih Ibnu Hibban. Beliau juga menulis beberapa karya di bidang tarikh, ilalul hadits , juga kitab yang merupakan manaqib dari para imam sepertiManaqib Imam Syafi\u2019i, dan manaqib Imam Malik. Beliau juga menulis Adh-Dhuafaa\u2019, Mauquf Ma Rufi\u2019a, dan sebuah kitab berjudul Al-Hidayah. Beliau menulis banyak karya lainnya yang kemudian hilang disebabkan kekacauan manakala para perusak masuk ke rumahnya dan beberapa sebab lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PUJIAN ULAMA TERHADAP BELIAU<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abu Sa\u2019d Al-Idrisi menyebutkan, \u201cbeliau pernah menjadi qadi di suatu waktu dan memiliki pemahaman ilmu fikih yang mendalam, merupakan huffazhul atsar, beliau memiliki pemahaman terhadap ilmu pengobatan dan mengetahui astronomi dan beragam bidang keilmuan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Khatib Al-Baghdadi mengatakan, \u201cIbnu Hibban adalah orang yang tsiqah dan orang yang utama dan dalam pemahamannya\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WAFAT DAN UMUR<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibnu Hibban wafat di malam Jum\u2019at tanggal 22 Syawwal tahun 354 H dan dikuburkan setelah shalat Jum\u2019at di shuffah yang telah dibangun dekat rumahnya di kota Bust. Rahimahullah rahmatan waasiatan wa askanahu fasiiha jannatihi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis Artikel : Khumairo\u2019 Binti Fritz<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembimbing : Ustadz Hendri Waluyo Lensa, Lc.M.Hum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jaulatun ma\u2019a Ibni Hibban wa Ilmihi bir Rijal wa Riwayatil Hadits, Abdulloh bin Yusuf Al-Ahmad, 2020<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">www.saaid.net<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mihnatul Imam Ibnu Hibban, Syarif Abdul Aziz Az-Zuhairi, 2016<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">www.alukah.net<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siyar A\u2019laamin Nubalaa, Syamsuddin Adz-Dzahabi, Mausu\u2019ah Ar-Risalah, Beirut<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Meskipun zaman generasi utama sudah berlalu, estafet kemuliaan masih tetap digulirkan. Siapapun yang ingin merengkuh keutamaan, hendaknya ia mengejar kemuliaan. Menjadi penerus baru dari generasi yang telah berlalu tidak seharusnya melemahkan semangat kita tapi malah sebaliknya menjadi pembangkit dan penguat. Sebab setiap masa memiliki perjuangannya, orang dari masa lampau berjuang, dan orang dari masa kini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-534","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-biografi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":297,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=297","url_meta":{"origin":534,"position":0},"title":"Biografi Imam Al Bazzar","author":"fahimna","date":"26 Februari 2023","format":false,"excerpt":"\u201cTak kenal maka ta\u2019aruf\u201d. Pernyataan ini tak begitu asing terdengar di sekitar kita. Kita tak bisa mengagumi seseorang tanpa mengenal orang tersebut. Dan kita tak bisa mengenal seseorang jika kita tak mencoba mengenalinya. Bagi para penuntut ilmu, nama Al- Bazzar cukup masyhur mengingat beliau adalah seorang penulis musnad yang sering\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":169,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=169","url_meta":{"origin":534,"position":1},"title":"Si Sulung Al-Khatthab","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udcbc Penulis: Neisya Iffah Zahrah Dalam sejarah panjang perjuangan Islam, terdapat kisah-kisah luar biasa yang menembus batas waktu dan mengguncang hati siapa pun yang membacanya. Namun, di antara kisah para pahlawan itu ada satu nama yang menyala terang ialah Zaid bin Al-Khaththab. Ia bukan hanya seorang mujahid, tapi juga nyala\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":399,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=399","url_meta":{"origin":534,"position":2},"title":"Pemilik Intuisi Tajam yang Menundukkan Pedang","author":"fahimna","date":"15 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Sahabat yang dikenal karena kecerdasannya. Apakah pernah terbayang di benak kita, dihadapkan dengan musuh yang begitu lihai berbicara dan cerdik dalam strategi? Seorang\u00a0public figure\u00a0yang pendapatnya dihormati serta didengar setiap orang, taktikus medan perang yang membuat siapapun terkesima saat ia berbicara. Pemikirannya begitu brilian, pemahamannya luas, dan kemampuan problem solving-nya pun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":175,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=175","url_meta":{"origin":534,"position":3},"title":"Sang Peniru Ulung Rasulullah","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83e\udeb4Penulis: Neisya Iffah Zahrah Garis Keturunan yang Mulia Saat telah memasuki usia senjanya, ia berbicara, \u201cAku telah berbaiat kepada Rasulullah dan sampai saat ini, aku tidak pernah merusak atau mengingkari janji itu. Aku tidak pernah berbaiat kepada pengobar fitnah dan tidak pula membangunkan orang mukmin kala tidurnya.\u201d Kalimat tersebut merupakan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":514,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=514","url_meta":{"origin":534,"position":4},"title":"Sang Diplomat Ulung dan Bayangan Rasul","author":"fahimna","date":"20 Mei 2026","format":false,"excerpt":"Keislaman dan Kemiripannya dengan Rasulullah \ufdfa Pada masa awal kenabian, penyiksaan dan penganiayaan terus-menerus menimpa kaum muslimin di Mekah. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh air mata, pengorbanan dan kesabaran yang tidak terhitung. Namun, alih-alih surut, jumlah pemeluk Islam justru terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal itu membuat\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":530,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=530","url_meta":{"origin":534,"position":5},"title":"BIOGRAFI IMAM AN-NASAA\u2019I","author":"fahimna","date":"4 Agustus 2022","format":false,"excerpt":"Ibnu Umar pernah berkata dalam salah satu atsar, bahwa barangsiapa yang ingin mengikuti jejak seseorang (mengidolakan), hendaknya ia mengikuti jejak mereka yang sudah wafat. Karena orang-orang yang masih hidup tidaklah terlepas dari fitnah. Kita mengamini pernyataan beliau sembari menengok kembali ke para pendahulu kita yang menorehkan noktah cemerlang dalam lembaran\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=534"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":535,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/534\/revisions\/535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}