{"id":528,"date":"2022-10-19T13:18:00","date_gmt":"2022-10-19T06:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=528"},"modified":"2026-06-06T13:19:04","modified_gmt":"2026-06-06T06:19:04","slug":"biografi-imam-ad-darimi-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=528","title":{"rendered":"BIOGRAFI IMAM AD-DARIMI"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi sebagian besar penuntut ilmu, terlebih lagi mereka yang bergelut di bidang ilmu hadits dan cabangnya, mendengar nama Imam Ad-Darimi tentu bukanlah hal yang asing. Ad-Darimi sendiri pada dasarnya merupakan gelar yang dinisbatkan kepada Darim bin Malik dari bani Tamim. Ada beberapa ulama yang juga menisbahkan diri kepada nama Darim. Adapun Ad-Darimi yang akan kita bahas dalam sekuel kali ini adalah Imam Ad-Darimi penulis Musnad Ad- Darimi (atau juga biasa dikenal sebagai Sunan Ad-Darimi) yang merupakan salah satu kitab yang menempati jajaran kutubuttis\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NASAB DAN KELAHIRAN<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau adalah Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman bin Alfadhl At-Tamimi Ad-Darimi As-Samarqandi. Beliau lahir pada tahun 181 H di Samarkand.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GURU-GURU<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diantara muhaddis yang menjadi sumber rujukan beliau dalam menukil hadis nabi adalah Yazid bin Harun, Ya\u2019la bin Ubaid, Ja\u2019far ibnu Aun, An-Nadhr bin Syumail (beliau adalah guru beliau yang paling awal wafat) dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MURID-MURID<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai seorang muhaddis yang disifati dengan ketsiqahan dan kefakihan, Imam Ad-Darimi memiliki banyak murid yang menukil hadis dari beliau. Beberapa diantaranya bahkan memiliki nama yang harum di jagat raya keilmuan seperti Imam Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Abu Zur\u2019ah, Muhammad bin Basyar Bundar, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KARYA-KARYA<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ad-Darimi adalah seorang pengelana hadis dimana beliau berkeliling dunia dan menyusun berbagai macam karya. Diantara karya beliau yang dikenal luas di kalangan penuntut ilmu adalah kitab beliau yang menghimpun hadits nabi, yang diberi nama dengan Musnad Ad-Darimi. Beliau juga seorang mufassir dan memiliki karya tulis di bidang tafsir dan juga kitab yang menghimpun beragam permasalahan atau Al-Jami\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PUJIAN ULAMA TERHADAP BELIAU<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ishaq bin Ibrahim Al-Warraq berkata bahwa ia mendengar Muhammad bin Abdillah Al-Makhzumi mengatakan \u201cWahai penduduk Khurasan! Selama Abdullah bin Abdurrahman masih berada di sisi kalian, janganlah kalian menyibukkan diri dengan yang selainnya!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abu Hatim menyebutkan mengenai beliau \u201cSeorang yang tsiqah (dikenal dengan keistiqamahan agamanya dan kekuatan hafalannya) dan shaduq (jujur), beliau memiliki banyak karya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">As-Shafadi menceritakan tentang Ad-Darimi, \u201cAd-Darimi merupakan bejana keilmuan, ia berijtihad dengan ilmu dan tidak bertaklid. Imam Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan darinya. Ia juga merupakan seseorang yang sering melakukan perjalanan rihlah dan seorang hafiz dalam bidang hadis, seseorang yang disifati dengan ketsiqahan dan kezuhudan sehingga dijadikan permisalan dalam agama dan kezuhudan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ad-Darimi tidak hanya dikenal dengan keluasan ilmu beliau dan kedalaman pemahamannya, beliau juga memiliki sifat wara dan zuhud, sehingga Imam Ahmad bin Hanbal mengisahkan mengenai Ad-Darimi dengan perkataannya, \u201cDihamparkan dunia kepada Ad-Darimi, namun dia enggan menerimanya\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibnu Abi Hatim menyebutkan bahwa Ayahnya berkata, \u201cAbdullah bin Abdurrahman adalah salah seorang imam manusia pada masanya\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau ditawari untuk menjabat sebagai kadi di Samarkand namun beliau menolaknya. Sultan terus mendesaknya hingga beliau menurut lalu memutuskan suatu perkara satu kali kemudian mundur lagi. Beliau adalah ikon kelembutan dan kecerdasan, kegigihan dan ketundukan, juga kezuhudan. Semoga Allah senantiasa menaunginya dengan rahmat dan kebaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WAFAT DAN UMUR<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ad-Darimi wafat di tahun 255 H. Beliau wafat di hari tarwiyah setelah shalat ashar dan dimakamkan pada hari arafah di hari Jum\u2019at pada usia 74 tahun. Rahimahullah rahmatan waasiatan wa askanahu fasiiha jannatihi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis Artikel : Khumairo\u2019 Binti Fritz<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembimbing : Ustadz Hendri Waluyo Lensa, Lc.M.Hum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Referensi :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siyar A\u2019lamin Nubalaa, Syamsuddin Adz-Dzahabi, Muassasah Ar-Risalah, Beirut<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Bagi sebagian besar penuntut ilmu, terlebih lagi mereka yang bergelut di bidang ilmu hadits dan cabangnya, mendengar nama Imam Ad-Darimi tentu bukanlah hal yang asing. Ad-Darimi sendiri pada dasarnya merupakan gelar yang dinisbatkan kepada Darim bin Malik dari bani Tamim. Ada beberapa ulama yang juga menisbahkan diri kepada nama Darim. Adapun Ad-Darimi yang akan kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-528","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-biografi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":534,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=534","url_meta":{"origin":528,"position":0},"title":"BIOGRAFI IMAM IBNU HIBBAN","author":"fahimna","date":"26 Oktober 2022","format":false,"excerpt":"Meskipun zaman generasi utama sudah berlalu, estafet kemuliaan masih tetap digulirkan. Siapapun yang ingin merengkuh keutamaan, hendaknya ia mengejar kemuliaan. Menjadi penerus baru dari generasi yang telah berlalu tidak seharusnya melemahkan semangat kita tapi malah sebaliknya menjadi pembangkit dan penguat. Sebab setiap masa memiliki perjuangannya, orang dari masa lampau berjuang,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":550,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=550","url_meta":{"origin":528,"position":1},"title":"Imam Asy-Syafi\u2019i","author":"fahimna","date":"24 Mei 2019","format":false,"excerpt":"\u0628\u0633\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0631\u062d\u0645\u0646 \u0627\u0644\u0631\u062d\u064a\u0645 \u201cTidak ada seorang pun yang berbicara mengenai ilmu dan paling sedikit salahnya serta paling kuat mengambil hadits Nabi \ufdfa dari Asy-Syafi\u2019i. Dan aku tidak pernah melihat orang yang lebih fasih dan lebih memahami ilmu darinya.\u201d \u2013 Imam Ahmad bin Hanbal (241 H)- Nasab dan Kelahiran Abu\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":532,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=532","url_meta":{"origin":528,"position":2},"title":"BIOGRAFI IMAM ABU DAWUD","author":"fahimna","date":"1 Mei 2022","format":false,"excerpt":"NASAB DAN KELAHIRAN Imam Abu Dawud rahimahullah, begitulah nama beliau lebih dikenal di kalangan kaum muslimin. Adapun nama lengkap beliau adalah Sulaiman bin Al-Asy\u2019ats bin Ishaq bin Basyir bin Syaddad bin Amr bin Imran Al-Azdi As-Sijistani. Beliau lahir di kota Sijistan, sebuah wilayah di sebelah barat daya Afghanistan pada tahun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":297,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=297","url_meta":{"origin":528,"position":3},"title":"Biografi Imam Al Bazzar","author":"fahimna","date":"26 Februari 2023","format":false,"excerpt":"\u201cTak kenal maka ta\u2019aruf\u201d. Pernyataan ini tak begitu asing terdengar di sekitar kita. Kita tak bisa mengagumi seseorang tanpa mengenal orang tersebut. Dan kita tak bisa mengenal seseorang jika kita tak mencoba mengenalinya. Bagi para penuntut ilmu, nama Al- Bazzar cukup masyhur mengingat beliau adalah seorang penulis musnad yang sering\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":530,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=530","url_meta":{"origin":528,"position":4},"title":"BIOGRAFI IMAM AN-NASAA\u2019I","author":"fahimna","date":"4 Agustus 2022","format":false,"excerpt":"Ibnu Umar pernah berkata dalam salah satu atsar, bahwa barangsiapa yang ingin mengikuti jejak seseorang (mengidolakan), hendaknya ia mengikuti jejak mereka yang sudah wafat. Karena orang-orang yang masih hidup tidaklah terlepas dari fitnah. Kita mengamini pernyataan beliau sembari menengok kembali ke para pendahulu kita yang menorehkan noktah cemerlang dalam lembaran\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":540,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=540","url_meta":{"origin":528,"position":5},"title":"Hukum Wadh\u2019i (4)","author":"fahimna","date":"3 November 2019","format":false,"excerpt":"Al-Adaa, Al-Qadhaa, dan Al-I\u2019aadah (1) Bismillah wal-hamdu lillah, wash-shalaatu was-salaamu \u2018ala Rasulillah \ufdfa. Amma ba\u2019du. Dalam kesempatan ini, penulis akan melanjutkan pembahasan materi ushul fiqh pada kesempatan yang lalu masih seputar hukum wadh\u2019i. Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan sebelumnya, hukum wadh\u2019i memiliki banyak jenis, dan In Syaa Allah artikel kali\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=528"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":529,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/528\/revisions\/529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}