{"id":511,"date":"2026-05-18T13:58:28","date_gmt":"2026-05-18T06:58:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=511"},"modified":"2026-05-18T13:58:28","modified_gmt":"2026-05-18T06:58:28","slug":"pengaruh-sosial-media-terhadap-pola-pikir-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=511","title":{"rendered":"Pengaruh Sosial Media terhadap Pola Pikir Manusia"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Media sosial merupakan sarana digital berbasis internet yang memungkinkan penggunanya untuk saling berinteraksi, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Dalam kehidupan modern, media sosial telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Bahkan, kehidupan manusia seolah terbagi menjadi dua dimensi, yaitu kehidupan nyata dan kehidupan di dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Media sosial juga memiliki peran dalam membentuk identitas seseorang melalui konten yang diunggah. Seseorang dapat menampilkan citra tertentu sesuai dengan keinginannya, karena media sosial tidak memiliki batas yang jelas. Oleh karena itu, dengan maraknya penggunaan media sosial yang menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, diperlukan pengendalian diri agar setiap individu dapat menggunakannya secara bijak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Pada awalnya, media sosial diciptakan untuk mempermudah komunikasi dan memperluas jaringan pertemanan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan zaman, media sosial telah bertransformasi menjadi sarana penyebaran informasi, hiburan, pemasaran, hingga pembentukan opini publik. Media sosial juga berkontribusi dalam perkembangan berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, budaya, dan politik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), kecanduan digital, menurunnya kualitas interaksi sosial secara langsung, serta penurunan nilai moral dan etika. Tidak jarang, paparan informasi yang terus-menerus juga memengaruhi pola pikir manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, media sosial juga memiliki potensi positif dalam meningkatkan kesejahteraan mental. Media ini dapat membantu membangun koneksi yang bermakna serta menyediakan ruang bagi dukungan emosional. Apabila digunakan dengan tepat, media sosial dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan emosional penggunanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Dalam perspektif Islam, mayoritas ulama, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), membolehkan penggunaan media sosial sebagai sarana muamalah (interaksi sosial) dan dakwah, selama digunakan untuk tujuan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\"><strong>Alasan Kebolehan Penggunaan Media Sosial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">1. Sarana dakwah dan edukasi: mempermudah penyebaran ilmu agama dan kajian keislaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">2. Sarana silaturahmi dan komunikasi: mempererat hubungan sosial secara cepat dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">3. <em>Maslahat<\/em> ekonomi: digunakan sebagai media bisnis dan pengembangan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\"><strong>Syarat Penggunaan (Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">1. Wajib melakukan <em>tabayyun<\/em> (klarifikasi) terhadap setiap informasi yang diterima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">2. Konten yang disebarkan harus membawa kebaikan (<em>maslahah<\/em>) dan tidak menimbulkan kerusakan (<em>mafsadah<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">3. Menjaga aurat sopan santun, serta tidak mengumbar aib dan tidak membagikan foto yang tidak pantas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Allah Ta\u2019ala menegaskan pentingnya melakukan <em>tabayyun<\/em> ketika menerima informasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">\u064a\u0627 \u0623\u064e\u064a\u064f\u0651\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u062c\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0627\u0633\u0650\u0642\u064c \u0628\u0650\u0646\u064e\u0628\u064e\u0625\u064d \u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u064e\u0651\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u0627\u064b \u0628\u0650\u062c\u064e\u0647\u0627\u0644\u064e\u0629\u064d \u0641\u064e\u062a\u064f\u0635\u0652\u0628\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0649 \u0645\u0627 \u0641\u064e\u0639\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u0627\u062f\u0650\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Artinya: \u201c\u2026Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.\u201d (QS. Al-Hujurat: 6)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\"><strong>Hal-hal yang Dilarang dalam Penggunaan Media Sosial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Sebagaimana tercantum dalam fatwa MUI, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">1. Penyebaran hoaks dan fitnah yang dapat menimbulkan perpecahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">2. <em>Ghibah <\/em>dan ujaran kebencian, termasuk perundungan (<em>bullying<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">3. Konten haram, seperti pornografi, perjudian, dan kekerasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">4. Kecanduan dan kelalaian, yang menyebabkan seseorang lalai terhadap kewajiban agama dan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Dengan adanya aturan tersebut, setiap individu dituntut untuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Sikap impulsif sering kali muncul akibat kurangnya kedewasaan dalam berpikir. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat sangat penting di era modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan media sosial adalah melalui penanaman nilai keimanan sejak dini. Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak, terutama dalam memberikan pemahaman dan batasan penggunaan media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Sementara itu, bagi kalangan remaja dan dewasa, diperlukan kematangan berpikir serta tujuan yang jelas dalam menggunakan media sosial secara positif. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai sarana yang bermanfaat bagi perkembangan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Semoga Allah Ta\u2019ala senantiasa menjaga niat baik kita dan melindungi kita dari dampak negatif penggunaan media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Referensi<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Al Qur\u2019anul Karim<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/lonestarneurology.net\/others\/the-role-of-social-media-in-mental-health-and-brain-function\/\">https:\/\/lonestarneurology.net\/others\/the-role-of-social-media-in-mental-health-and-brain-function\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>WordPress.com <a href=\"https:\/\/share.google\/Q7IsUCuwpBOkhTo3X\">https:\/\/share.google\/Q7IsUCuwpBOkhTo3X<\/a><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"MsoListParagraphCxSpLast wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\"><strong>Penulis<\/strong>: Ainaya Zulfa Nurjanah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\"><strong>Dosen Pembimbing<\/strong>: Ustazah Zidni Nafi\u2019ah, S.Ag.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;   <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Media sosial merupakan sarana digital berbasis internet yang memungkinkan penggunanya untuk saling berinteraksi, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh. Dalam kehidupan modern, media sosial telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Bahkan, kehidupan manusia seolah terbagi menjadi dua dimensi, yaitu kehidupan nyata dan kehidupan di dunia maya. Media sosial juga memiliki peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":510,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tematik"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1642.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":123,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=123","url_meta":{"origin":511,"position":0},"title":"Mengatasi Kecanduan Media Sosial di Kalangan Pemuda: Tantangan Dan Solusi","author":"fahimna","date":"28 September 2025","format":false,"excerpt":"\u270d\ud83c\udffc Penulis Artikel: Helsyadhien Rajvii Malihah \u2744\ufe0f Kecanduan media sosial terkadang membuat seseorang terbawa arus dengan akhlak-akhlak yang buruk. Misalnya berkata kasar, berkata kotor, bergunjing, saling mengolok-olok, dan sebagainya. Tidak hanya itu, produktivitas seseorang bisa menurun disebabkan kesibukannya dengan gawai. Kebanyakan pemuda kurang menyadari dampak buruk dari media sosial karena\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Akhlak&quot;","block_context":{"text":"Akhlak","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=23"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/app-icons.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/app-icons.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/app-icons.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/app-icons.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":479,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=479","url_meta":{"origin":511,"position":1},"title":"Pembinaan Ruhani Da\u2018i dalam Tafsir Surah Al-Muzzammil Ayat 1\u201310","author":"fahimna","date":"1 April 2026","format":false,"excerpt":"Dalam realitas dakwah, tantangan tidak hanya hadir dalam bentuk penolakan terbuka, tetapi juga berupa kelelahan batin, tekanan psikologis, serta ujian keikhlasan yang kerap tidak tampak di permukaan. Seorang da\u2018i tidak hanya dituntut untuk menyampaikan kebenaran dengan lisan, tetapi juga menjaga keteguhan hati dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":377,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=377","url_meta":{"origin":511,"position":2},"title":"Upaya Menghindari Fixed Mindset pada Gen-Z","author":"fahimna","date":"11 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Fixed mindset secara umum yaitu keyakinan bahwa kemampuan, bakat, dan kepintaran manusia bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Orang yang memiliki fixed mindset cenderung sulit untuk berkembang, karena mereka berpikir, \u201cterlahir pintar atau tidak pintar\u201d. Akibatnya mereka kurang dalam usaha, mereka meyakini bahwa usaha yang dilakukan tidakakan memberikan dampak apa\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tematik&quot;","block_context":{"text":"Tematik","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=28"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251211_190906_3965000956875133199782.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":435,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=435","url_meta":{"origin":511,"position":3},"title":"Istiqamah sebagai Sebab Turunnya Rezeki yang Baik: Telaah Ayat 16 Surah Al-Jinn","author":"fahimna","date":"4 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengaitkan rezeki dengan kerja keras, kecerdasan, atau kesempatan yang datang pada waktu yang tepat. Namun, Al-Qur\u2019an memberikan penjelasan bahwa rezeki tidak hanya diperoleh melalui usaha lahiriah semata, tetapi juga berkaitan erat dengan iman, takwa, dan keteguhan dalam menaati perintah Allah \ufdfb, dengan tetap menempuh sebab-sebab\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":97,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=97","url_meta":{"origin":511,"position":4},"title":"Mengenal Lebih Dalam Tentang Donor Organ","author":"fahimna","date":"28 September 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udcda Penulis Artikel: Malika Syifa Audina. \u270d\ud83c\udffc PENGERTIAN Donasi secara bahasa artinya pemberian secara sukarela tanpa syarat. Menjadi sukarelawan berarti menyumbangkan apa yang dimiliki untuk membantu dengan kata lain melakukan sesuatu yang tidak wajib dilakukan. Organ adalah bagian tubuh yang terdiri dari jaringan dan sel yang berfungsi untuk menjalankan tugas\u2026","rel":"","context":"Postingan serupa","block_context":{"text":"Postingan serupa","link":""},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":450,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=450","url_meta":{"origin":511,"position":5},"title":"Safar dan Rukhsah bagi Musafir","author":"fahimna","date":"2 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Safar (perjalanan) merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari. Islam, sebagai agama yang sempurna, memberikan kemudahan (rukhsah) bagi hamba-Nya yang melakukan perjalanan agar tetap dapat melaksanakan ibadah dengan benar tanpa memberatkan. Pemahaman tentang safar dan rukhsah sangat penting agar seorang musafir tidak berlebihan dalam mengambil keringanan ibadah dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Fikih&quot;","block_context":{"text":"Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=18"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1330.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1330.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1330.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1330.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1330.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=511"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":512,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/511\/revisions\/512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}