{"id":508,"date":"2026-05-10T13:03:00","date_gmt":"2026-05-10T06:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=508"},"modified":"2026-05-18T13:03:36","modified_gmt":"2026-05-18T06:03:36","slug":"perang-uhud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=508","title":{"rendered":"Perang Uhud"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Kekalahan kaum musyrikin Mekkah di Perang Badar meninggalkan luka dan kemarahan. Banyak pemimpin Quraisy terbunuh, sehingga mereka bertekad membalas kekalahan itu. Harta dagang yang sempat diselamatkan Abu Sufyan dikumpulkan kembali untuk membiayai persiapan perang. Quraisy juga mengajak berbagai kabilah untuk bergabung, memanfaatkan para penyair untuk membangkitkan semangat, serta membawa sebagian perempuan mereka dalam rombongan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Setahun kemudian, persiapan dianggap cukup. Sekitar 3.000 pasukan Quraisy bergerak menuju Madinah. Al-Abbas bin Abdul Muthalib yang masih tinggal di Mekkah mengirimkan kabar kepada Rasulullah \ufdfa tentang pergerakan pasukan tersebut. Madinah pun bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Pasukan Quraisy tiba dan berkemah di sekitar Bukit Uhud pada Jumat, 6 Syawal 3 H.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Rasulullah \ufdfa mengadakan musyawarah dengan para sahabat. Beliau menyampaikan mimpi yang beliau alami dan mengusulkan agar kaum Muslimin bertahan di dalam Madinah. Namun, sebagian sahabat\u2014terutama yang tidak ikut Perang Badar\u2014mengusulkan agar pasukan keluar menghadapi musuh di medan terbuka. Setelah mempertimbangkan pendapat yang ada, Rasulullah \ufdfa memutuskan mengikuti pendapat mayoritas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Pasukan Muslimin berangkat dengan sekitar 1.000 orang. Panji kaum Muhajirin dipegang Mush\u2018ab bin Umair, panji Aus oleh Usaid bin Hudhair, dan panji Khazraj oleh Al-Hubab bin Al-Mundzir. Madinah ditinggalkan di bawah kepemimpinan Ibnu Ummi Maktum. Di tengah perjalanan, Abdullah bin Ubay dan para pengikutnya membelot sehingga pasukan Muslimin tersisa sekitar 700 orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Setibanya di kaki Bukit Uhud, Rasulullah \ufdfa menyusun barisan pasukan dan menempatkan para pemanah di atas bukit untuk menjaga bagian belakang pasukan. Beliau menekankan agar mereka tetap di posisi apa pun yang terjadi, baik dalam keadaan menang maupun kalah. Pasukan kaum Muslimin di sayap kanan dikomandani oleh Al-Mundzir bin Amr, di sayap kiri dikomandani oleh Az-Zubair bin Az-Awwam. Di barisan terdepan ada sejumlah tokoh-tokoh yang sangat kuat. Kemampuan mereka sebanding dengan ribuan orang<strong>.<\/strong> Rasulullah \ufdfa dan pasukannya mendapatkan tempat yang sangat strategis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Pertempuran dimulai dengan duel satu lawan satu, lalu berlanjut menjadi pertempuran terbuka. Pada fase awal, pasukan Muslimin mampu menekan barisan Quraisy. Beberapa pembawa panji Quraisy berhasil dilumpuhkan, sehingga barisan mereka sempat goyah dan mundur. Melihat keadaan ini, sebagian pasukan Quraisy mulai kocar-kacir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Saat kondisi tampak menguntungkan, sebagian pemanah di atas bukit mengira pertempuran telah selesai. Mereka melihat kaum Muslimin mengumpulkan harta rampasan, lalu turun dari posisi yang telah diperintahkan Rasulullah \ufdfa untuk ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Meskipun sebagian kecil pemanah tetap bertahan, posisi bukit yang tadinya mengamankan punggung pasukan menjadi terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Khalid bin Al-Walid (saat itu masih di pihak Quraisy). Ia memimpin pasukan berkuda memutari bukit dan menyerang dari arah belakang. Serangan mendadak ini mengacaukan barisan kaum Muslimin. Situasi berubah cepat: pasukan terpecah, sebagian terdesak, dan muncul kepanikan di tengah pertempuran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Di tengah kekacauan, Rasulullah \ufdfa terluka. Gigi geraham beliau pecah, wajah beliau berdarah, dan beliau sempat terjatuh ke dalam sebuah lubang. Tersebar kabar bahwa Rasulullah \ufdfa telah gugur. Kabar ini membuat sebagian pasukan terpukul dan melemah semangatnya. Namun, para sahabat yang tetap bersama beliau membentuk perlindungan di sekeliling Rasulullah \ufdfa. Di antara mereka adalah Abu Thalhah yang melindungi beliau dengan perisainya, serta Mush\u2018ab bin Umair yang gugur saat mempertahankan panji kaum Muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Hamzah bin Abdul Muthalib juga gugur dalam pertempuran ini. Setelah perang usai, jenazah para syuhada mengalami perlakuan tidak pantas oleh sebagian pihak Quraisy. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi kaum Muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Meski Quraisy berhasil membalikkan keadaan, mereka tidak melanjutkan serangan ke Madinah. Setelah merasa cukup dengan apa yang mereka capai di Uhud, pasukan Quraisy memilih kembali ke Mekkah. Rasulullah \ufdfa kemudian memerintahkan kaum Muslimin untuk mengumpulkan diri. Beliau memeriksa keadaan para sahabat, menguburkan para syuhada Uhud di tempat mereka gugur, dan tidak memindahkan jenazah mereka ke Madinah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Keesokan harinya, Rasulullah \ufdfa memerintahkan para sahabat yang ikut berperang\u2014meski terluka\u2014untuk keluar menunjukkan kesiapsiagaan (peristiwa Hamra\u2019 Al-Asad). Langkah ini bertujuan menegaskan bahwa kaum Muslimin tidak runtuh meski mengalami ujian berat. Quraisy yang mendengar pergerakan ini akhirnya mengurungkan niat untuk kembali menyerang Madinah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Perang Uhud menjadi pelajaran penting bagi kaum Muslimin. Al-Qur\u2019an menegaskan bahwa kekalahan yang terjadi bukan karena kelemahan ajaran Islam, tetapi akibat sebagian kaum Muslimin melanggar perintah Rasulullah \ufdfa dan tergoda oleh harta rampasan.&nbsp; Dari Uhud, kaum Muslimin belajar tentang pentingnya taat kepada pemimpin, disiplin dalam strategi, serta kesabaran ketika menghadapi ujian. Meski secara militer mereka mengalami kerugian, secara pembinaan umat, Uhud menjadi titik penting dalam pembentukan kedewasaan dan keteguhan kaum Muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">1. Ar-Rahiqul Makhtum,&nbsp;Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, cet.&nbsp;, Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">2. As-Sirah an-Nabawiyah, Syaikh Abd al-Malik bin Hisyam, cet. Syarikatu Maktabah wa Mathba\u2018ah Musthafa Al-Babi Al-Halabi wa Auladuhu bi Mishr.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">3. As-Sirah Al-Halabiyyah, \u2018Ali ibn Ibrahim Nur Al-Din al-Halabi, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah (\u0628\u064a\u062a\u0648\u062a\u0628 \u0627\u0644\u0639\u0644\u0645\u064a\u0651\u0629), Beirut<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;   <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Kekalahan kaum musyrikin Mekkah di Perang Badar meninggalkan luka dan kemarahan. Banyak pemimpin Quraisy terbunuh, sehingga mereka bertekad membalas kekalahan itu. Harta dagang yang sempat diselamatkan Abu Sufyan dikumpulkan kembali untuk membiayai persiapan perang. Quraisy juga mengajak berbagai kabilah untuk bergabung, memanfaatkan para penyair untuk membangkitkan semangat, serta membawa sebagian perempuan mereka dalam rombongan. Setahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":507,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siroh"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1641.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":236,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=236","url_meta":{"origin":508,"position":0},"title":"Perang Badar Kubra","author":"fahimna","date":"27 November 2025","format":false,"excerpt":"Perang Badar merupakan salah satu peristiwa yang sangat berpengaruh dalam mengubah peta kekuatan bagi kaum Muslimin karena perang ini merupakan kemenangan pertama bagi umat Islam. Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriyah. Latar Belakang Peperangan Kaum Muslimin telah Allah Subhanahu Wa Ta\u2019ala izinkan untuk melawan kezaliman yang\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_20251127_071058_316782683513830218645.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":475,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=475","url_meta":{"origin":508,"position":1},"title":"Di Balik Kemenangan Perang&nbsp;Badar","author":"fahimna","date":"23 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perang\u00a0Badar\u00a0merupakan simbol awal dari kemenangan kaum Muslimin. Namun,\u00a0di balik \u00a0kemenangan tersebut justru membuat Madinah memasuki masa yang penuh\u00a0ketegangan. Madinah tidak pernah benar-benar dalam keadaan aman pada masa setelah Perang Badar sampai Perang Uhud. Berbagai macam\u00a0ancaman\u00a0terus datang, mulai dari aktivitas militer untuk menjaga wilayah, rencana konspirasi yang mengancam nyawa\u00a0NabiMuhammad\u00a0\ufdfa\u00a0hingga konflik terbuka\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":514,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=514","url_meta":{"origin":508,"position":2},"title":"Sang Diplomat Ulung dan Bayangan Rasul","author":"fahimna","date":"20 Mei 2026","format":false,"excerpt":"Keislaman dan Kemiripannya dengan Rasulullah \ufdfa Pada masa awal kenabian, penyiksaan dan penganiayaan terus-menerus menimpa kaum muslimin di Mekah. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh air mata, pengorbanan dan kesabaran yang tidak terhitung. Namun, alih-alih surut, jumlah pemeluk Islam justru terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal itu membuat\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_1644.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":459,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=459","url_meta":{"origin":508,"position":3},"title":"Mush\u2019ab bin&nbsp;\u2018Umair: Sang Rupawan yang Menukar Sutra dengan Debu","author":"fahimna","date":"13 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perjalanan dari kemewahan menuju kemuliaan iman Senja itu, kala langit Mekah\u00a0mulai meredup teriknya, seorang pemuda rupawan memantapkan langkahnya menuju majelis Nabi\u00a0\ufdfa\u00a0di\u00a0Dar Al-Arqam, sikapnya anggun, pakaiannya indah, dan parasnya begitu menawan. Ia menapaki bukit Safa seorang diri, menyapa penghujung hari dengan hati yang penuh akan rasa harap dan penasaran. Di umurnya\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":58,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=58","url_meta":{"origin":508,"position":4},"title":"BAIAT AQABAH KEDUA","author":"fahimna","date":"30 Agustus 2025","format":false,"excerpt":"Pada tahun ke-13 kenabian, suasana malam di Mina begitu hening. Di tengah sunyinya lembah Aqabah, sekelompok lelaki dan dua perempuan dari Madinah dengan hati yang berdebar berjalan menuju tempat yang telah ditentukan. Jumlah mereka tujuh puluh tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah kaum Anshar yang telah memeluk Islam melalui\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":177,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=177","url_meta":{"origin":508,"position":5},"title":"Tafsir Surat Al-Balad","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"Surat Al-balad adalah surat ke sembilanpuluh dalam Al-Qur\u2019an dan merupakan surat makiyyah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallahu \u2018alaihi wasallam sebelum hijrah ke Madinah, surat ini memiliki arti negri. Surat ini menjelaskan bahwasannya cobaan, kelelahan dan kepayahan akan hidup berdampingan dengan manusia dan menjelaskan tentang kuasa Allah atas hambanya dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=508"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":509,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions\/509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}