{"id":448,"date":"2026-01-09T19:45:00","date_gmt":"2026-01-09T12:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=448"},"modified":"2026-01-13T19:46:04","modified_gmt":"2026-01-13T12:46:04","slug":"beriman-kepada-takdir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=448","title":{"rendered":"Beriman Kepada Takdir"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p><strong>Makna Beriman Kepada Takdir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apa itu takdir? Bukankah sudah tidak asing lagi kata &#8216;takdir&#8217; di telinga kita? Orang-orang pada umumnya mengaitkannya dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Mencakup tentang kehidupan kita, yang baik maupun buruk, maut, dan rezeki. Akan tetapi, yang menjadi garis besar di sini, mengapa kita wajib beriman dengannya? Mari kita bahas secara singkat!<\/p>\n\n\n\n<p>Takdir adalah segala sesuatu yang Allah tetapkan dahulu kala yang akan terjadi pada makhluk-Nya, yang telah ditulis di Lauhul Mahfudz sejak ratusan ribu tahun lalu, baik berupa ketaatan, rezeki, dan ajal seseorang. Dan mengapa kita wajib beriman kepadanya? Ternyata, selain beriman kepada takdir termasuk dari rukun iman ke-enam, juga tidak sah keislaman seseorang sampai ia meyakini rukun iman. Maka dengan itu, kita wajib beriman dengan takdir yang baik maupun buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana dalam hadis Rasulullah \ufdfa saat berjumpa Jibril &#8216;alaihissalaam disebutkan,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0650\u0644\u0647 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064e\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0643\u064f\u062a\u064f\u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064f\u0633\u064f\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0622\u062e\u0650\u0631\u0650 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0634\u064e \u02db\u0631\u0650\u0647\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEngkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.\u201d (HR. Muslim, no. 8)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Antara Kematian dan Menikah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pernahkah kamu membayangkan tentang kedua hari itu? Hari kematian dan hari pernikahanmu. Pasti pernah, kan? Karena keduanya adalah hari-hari yag ditunggu oleh banyak orang. Tapi, pernahkah kamu pernah bertanya kepada dirimu, \u201cSiapa yang akan pertama kali menjumpaimu?\u201d Manusia sering menyiapkan dua peristiwa besar dalam hidupnya; menikah, dan kematian. Yang satu dirayakan dengan penuh harap dan kebahagiaan, sementara yang lain sering dihindari dari pembicaraan. Seolah ia tidak akan datang. Padahal, keduanya sama-sama tak pasti waktunya, atau terkadang salah satunya mungkin bisa datang secara tiba-tiba, yaitu: kematian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur\u2019an,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">\ufd3f\u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064f\u0648\u0627 \u064a\u064f\u062f\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0628\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064d \u0645\u064f\u0634\u064e\u064a\u064e\u0651\u062f\u064e\u0629\u064d\ufd3e<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.\u201d (QS. An Nisa\u2019: 78)<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa disimpulkan, bahwa jodoh, maut, dan rezeki termasuk takdir yang telah ditetapkan oleh Allah \u2018Azza Wa Jalla. Dan tidak mungkin akan tertukar. Dari situ, kita bisa mengambil hikmah bahwa ajal (kematian) dan jodoh termasuk perkara Ghaibiyah (hanya Allah yang mengetahuinya). Dan kita sebisa mungkin untuk bisa lebih mempersiapkannya dengan baik tanpa memikirkan waktu kapan datangnya. Sebab dengan kita mempersiapkan diri dengan beramal shalih, bertaqwa kepada Allah akan menjadi bekal untuk menghadapi kedua takdir tersebut, yaitu ajal (kematian) dan jodoh (menikah). Dan satu yang paling penting, kematian pasti akan kedatangannya, dan semua manusia sudah ditetapkan waktunya. Maka dengan itu, persiapkan akhirat kita dengan sebaik-baiknya. Agar bisa Kembali kepada-Nya dengan keimanan dan amal shalih.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Benarkah Do\u2019a Bisa Mengubah Takdir?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang pertama kali ada di benakmu saat kamu membaca judul diatas? Apakah rasanya seperti ada sebuah harapan akan takdir yang belum terjadi? Yuk kita bahas juga!<\/p>\n\n\n\n<p>Judul di atas merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh sebagian pihak mengenai takdir yang akan menjumpainya. Takdir adalah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah Azza Wa Jalla terhadap makhluk-Nya. Adapun do\u2019a, adalah permohonan seorang hamba kepada Rabbnya. Terkait dengan takdir maupun permintaan baik untuk dikabulkan, dijauhkan, maupun diganti dengan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Do\u2019a merupakan sebab dikabulkannya permintaan seorang hamba. Dan juga cara mewujudkan takdir yang akan terjadi. Akan tetapi, jika takdir tersebut telah ditetapkan oleh Allah Azza Wa Jalla, seperti ajal, dan jodoh. Kita masih bisa berusaha dengan berdo\u2019a agar menjadi takdir yang baik untu kita, karena tidak dipungkiri lagi, do\u2019a adalah salah satu ikhtiar agar bisa mewujudkan takdir yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana yang telah Allah firmankan,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">\ufd3f\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0623\u064e\u0644\u064e\u0643\u064e \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u0639\u064e\u0646\u0650&#8217;\u064a \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0650&#8217;\u064a \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u064c \u0623\u064f\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f \u062f\u064e\u0639\u0652\u0648\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u062f\u064e\u0651\u0627\u0639\u0650 \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064e\u0639\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u064a\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0644\u0650\u064a \u0648\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u064a \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0634\u064f\u062f\u064f\u0648\u0646\ufd3e<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo\u2019a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.\u201d (QS. Al Baqarah: 186)<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Assyifa Putri Saori<\/p>\n\n\n\n<p>Pembimbing : Ustadzah Sittah Shifkhiyyah<\/p>\n\n\n\n<p>Maraji\u2019 :<\/p>\n\n\n\n<p>1. Syarah Kitab Al Aqidah Al Washithiyyah (terjemah) ditulis oleh Ahmad Hendrix<\/p>\n\n\n\n<p>2. Syarhus Sunnah: Memahami Takdir #01 https:\/\/rumaysho.com\/18971-syarhus-sunnah- memahami-takdir-01.html<\/p>\n\n\n\n<p>3. Mengapa Harus Berdoa Meski Takdir Sudah Tertulis? https:\/\/rumaysho.com\/38949- mengapa-harus-berdoa-meski-takdir-sudah-tertulis.html<\/p>\n\n\n\n<p>4. Allah Begitu Dekat pada Orang yang Berdo\u2019a https:\/\/rumaysho.com\/1734-allah-begitu- ekat-pada-orang-yang-berdoa.html<\/p>\n\n\n\n<p>Footnote :<\/p>\n\n\n\n<p>[1] Syarah Kitab Al Aqidah Al Washith<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Makna Beriman Kepada Takdir Apa itu takdir? Bukankah sudah tidak asing lagi kata &#8216;takdir&#8217; di telinga kita? Orang-orang pada umumnya mengaitkannya dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Mencakup tentang kehidupan kita, yang baik maupun buruk, maut, dan rezeki. Akan tetapi, yang menjadi garis besar di sini, mengapa kita wajib beriman dengannya? Mari kita bahas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":447,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tauhid"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":435,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=435","url_meta":{"origin":448,"position":0},"title":"Istiqamah sebagai Sebab Turunnya Rezeki yang Baik: Telaah Ayat 16 Surah Al-Jinn","author":"fahimna","date":"4 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengaitkan rezeki dengan kerja keras, kecerdasan, atau kesempatan yang datang pada waktu yang tepat. Namun, Al-Qur\u2019an memberikan penjelasan bahwa rezeki tidak hanya diperoleh melalui usaha lahiriah semata, tetapi juga berkaitan erat dengan iman, takwa, dan keteguhan dalam menaati perintah Allah \ufdfb, dengan tetap menempuh sebab-sebab\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":257,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=257","url_meta":{"origin":448,"position":1},"title":"Beriman kepada Nama-Nama Allah: \u201cAl-\u2018Afuww\u201d, \u201cAl-Ghafur\u201d dan \u201cAr-Rahim\u201d","author":"fahimna","date":"2 Desember 2025","format":false,"excerpt":"\u00a0 Makna \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d Apa yang kamu ketahui tentang \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d? Bukankah hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita? Bahwasanya, judul diatas merupakan pilar penting dalam pembagian tauhid. Mari kita bahas secara singkat tentang makna dari judul di atas. Beriman kepada nama-nama Allah adalah\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tauhid&quot;","block_context":{"text":"Tauhid","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=27"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":442,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=442","url_meta":{"origin":448,"position":2},"title":"Cara Mengubah Fixed Mindset menjadi Growth Mindset","author":"fahimna","date":"13 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Mindset atau pola pikir merupakan proses berpikir serta cara pandang seseorang dalam menyikapi realitas kehidupan. Pola pikir ini dapat dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari, lingkungan, dan pergaulan. Dalam kajian psikologi, para ahli membagi pola pikir ke dalam dua kerangka utama, yaitu fixed mindset dan growth mindset. Kedua kerangka tersebut memiliki arti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tematik&quot;","block_context":{"text":"Tematik","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=28"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":459,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=459","url_meta":{"origin":448,"position":3},"title":"Mush\u2019ab bin&nbsp;\u2018Umair: Sang Rupawan yang Menukar Sutra dengan Debu","author":"fahimna","date":"13 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perjalanan dari kemewahan menuju kemuliaan iman Senja itu, kala langit Mekah\u00a0mulai meredup teriknya, seorang pemuda rupawan memantapkan langkahnya menuju majelis Nabi\u00a0\ufdfa\u00a0di\u00a0Dar Al-Arqam, sikapnya anggun, pakaiannya indah, dan parasnya begitu menawan. Ia menapaki bukit Safa seorang diri, menyapa penghujung hari dengan hati yang penuh akan rasa harap dan penasaran. Di umurnya\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1357.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":399,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=399","url_meta":{"origin":448,"position":4},"title":"Pemilik Intuisi Tajam yang Menundukkan Pedang","author":"fahimna","date":"15 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Sahabat yang dikenal karena kecerdasannya. Apakah pernah terbayang di benak kita, dihadapkan dengan musuh yang begitu lihai berbicara dan cerdik dalam strategi? Seorang\u00a0public figure\u00a0yang pendapatnya dihormati serta didengar setiap orang, taktikus medan perang yang membuat siapapun terkesima saat ia berbicara. Pemikirannya begitu brilian, pemahamannya luas, dan kemampuan problem solving-nya pun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":417,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=417","url_meta":{"origin":448,"position":5},"title":"Muthlaq dan Muqayyad","author":"fahimna","date":"20 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Definisi Muthlaq Muthlaq adalah lafaz yang menunjukkan satu hal tanpa syarat atau batasan apapun, menyebut sesuatu secara umum, tidak dijelaskan jenisnya, sifatnya, atau kriterianya. \u2022 Muthlaq biasanya berupa kata nakirah. Apa itu nakirah? Nakirah adalah kata yang tidak menunjukkan sesuatu tertentu (tidak spesifik). Ia menunjukkan sesuatu yang umum, belum ditentukan,\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ulumul Quran&quot;","block_context":{"text":"Ulumul Quran","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=29"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1236.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1236.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1236.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1236.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1236.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=448"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":449,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions\/449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}