{"id":445,"date":"2026-01-11T19:41:00","date_gmt":"2026-01-11T12:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=445"},"modified":"2026-01-13T19:41:30","modified_gmt":"2026-01-13T12:41:30","slug":"adab-seorang-penuntut-ilmu-terhadap-dirinya-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=445","title":{"rendered":"Adab Seorang Penuntut Ilmu Terhadap Dirinya 1"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p>Seorang penuntut ilmu memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmu, sesorang dapat memahami kemulian dan kebesaran-Nya. Allah ta\u2019ala berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">&#8230; \u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya:&#8221;&#8230; niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan&#8221;.(QS. Al-Mujadalah:11)<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berbagai keutamaan tersebut, seorang penuntut ilmu tidak hanya terbatas pada belajar, tapi juga memperhatikan adab sebagai penuntut ilmu, mulai dari kepada guru hingga dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa tahun belakang, kita lihat seorang penuntut ilmu semakin kehilangan jati dirinya, dan jauh dari akhlak terpuji. diantaranya peristiwa pada 9 November 2025, dilansir dari KOMPASTV JATIM, bawasannya seorang guru di Trenggalek dianiaya oleh kakak siswi usai memberikan teguran di sekolah. Fenomena ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pengaruh televisi, internet, hingga medsos yang tigak digunakan secara bijak, serta minimnya pendidikan adab dari lingkungan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, pentingnya belajar adab sebelum ilmu bagi seorang penuntut ilmu tidak dapat dipungkiri. Diantara adab seorang penuntut ilmu kepada dirinya sendiri adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Membersihkan hati dari segala penyakit hati<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang penuntut ilmu hendaknya membersihkan hati dari segala penyakit hati seperti hasad, dengki, khianat, dan akidah yang rusak. Tujuannya agar hati mudah menerima ilmu dan mampu menjaganya, karena ilmu adalah ibadah hati dan hati juga tempat bersemayamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana ibadah yang tidak diterima ketika tidak melakukan thaharah, demikian juga ilmu, tidak akan bermanfaat kecuali setelah hati dibersihkan dari kotoran maksiat dan penyakit hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila hati bersih dan baik, maka ilmu akan menjadi berkah dan tumbuh di dalamnya, hal ini terlihat dari bagaimana ilmu akan diamalkan. Sebagaimana tanah yang subur apabila ditanami akan tumbuh tanaman yang baik dan segar.<\/p>\n\n\n\n<p>Abu Hurairah Radhiyallahu \u2018Anhu berkata:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">\u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064f \u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e\u0627\u0621\u064f \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0637\u064e\u0627\u0628\u064e\u062a\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0628\u064f\u062b\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u062e\u064e\u0628\u064f\u062b\u064e\u062a\u0652 \u062c\u064f\u0646\u064f\u0648\u062f\u064f\u0647\u064f<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya: \u201cHati ibarat raja dan anggota tubuh adalah bala tentaranya. Jika baik rajanya, maka baik pula bala tentaranya, dan jika buruk rajanya, maka buruk pula bala tentaranya.\u201d (Majmu\u2019 Fatawa)<\/p>\n\n\n\n<p>2. Menjaga niat dalam menuntut ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Niat merupakan perkara utama dalam bribadah, hendaknya niat seorang penuntut ilmu ditunjukan untuk mendekat diri kepada Allah, mengangkat kebodohan dalam diri, dan mengamalkan ilmu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Menuntut ilmu adalah ibadah dan barang siapa yang meluruskan niatnya hanya karena Allah, maka Allah akan anugrahkan keberkahan ilmu. Namun siapa mengharapkan dunia, maka dia akan merugi.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Memanfaat waktu ketika muda untuk menuntut ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasan al-Basri Berkata: \u201cBelajar di waktu kecil bagaikan melukis di atas batu\u201d (Al-Faqih wa al-Mutafaqqih, jilid 2 halaman 91).<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap waktu yang berlalu dari umur seseorang tidak akan pernah kembali. Oleh sebab itu seorang penuntut ilmu harus memutus segala kesibukan duniawi yang tidak bermanfaat dan menguatkan tekadnya dalam menuntut ilmu. Sebagaimana para salaf terdahulu yang rela bersafar jauh dari kota meraka untuk menuntut ilmu, seperti Imam Bukhari dan juga Imam Muslim, yang melakukan perjalnan panjang untuk ber-talaqqi kepapda guru-guru mereka rahimahullah.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Qana\u2019ah dalam menuntut ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Qana\u2019ah merupakan sifat yang sangat penting bagi seorang penuntut ilmu, merasa cukup dengan apa yang dimilliki dan bersabar atas keterbatasan selama menuntut ilmu dan tanpa membandingkan hal yang dimilikinya dengan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Pandai membagi waktunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang penuntut ilmu harus bisa membagi waktunya, dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkinn. Penting bagi penuntut ilmu agar pandai-pandai membagi waktu siang dan malamnya. Sebagaimana syariat mengajarkan setiap ibadah memiliki waktu yang utama, demikian pula menuntut imu, terdapat pembagian waktu yang dianjurkan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<p>\uf06c Waktu sahur untuk menghafal.<\/p>\n\n\n\n<p>\uf06c Awal pagi untuk meneliti dan membaca.<\/p>\n\n\n\n<p>\uf06c Tengah hari untuk menulis.<\/p>\n\n\n\n<p>\uf06c Malam hari untuk muroja\u2019ah dan mudzakarah.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang penuntut ilmu hendaknya senantiasa menbersihkatan hati dan memperbarui niatnya setiap saat, karena ilmu adalah ibadah. Ia memanfaatkan masa mudanya sebelum tua, dan bersabar atas apa yang dimiliki, serta mengatur waktu siang dan malamnya dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :<\/p>\n\n\n\n<p>1. Ibn Jam\u0101\u2018ah, Badr al-D\u012bn Mu\u1e25ammad ibn Ibr\u0101h\u012bm. Shar\u1e25 Tadhkirat al-S\u0101mi\u2018 wa al-Mutakallim f\u012b \u0100d\u0101b al-\u2018\u0100lim wa al-Muta\u2018allim. Edited by \u1e62\u0101li\u1e25 ibn \u2018Abd All\u0101h ibn \u1e24amd al-\u2018U\u1e63aym\u012b. Cairo: D\u0101r al-Hijrah, 1st ed.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Setyawan Hanif, \u201cAdab Penuntut Imu Terhadap Diri Sendiri\u201d, diakses pada 15 Desember 2025, dari https:\/\/alukhuwah.com\/2017\/03\/09\/dengan-adab-engkau-akan-dapat-memahami-ilmu\/<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Azizah Fii Ahliha<\/p>\n\n\n\n<p>Pembimbing : Fikrina Aliya Budianna, S.H.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Seorang penuntut ilmu memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmu, sesorang dapat memahami kemulian dan kebesaran-Nya. Allah ta\u2019ala berfirman: &#8230; \u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0623\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c Artinya:&#8221;&#8230; niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":444,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akhlak"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1326.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":482,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=482","url_meta":{"origin":445,"position":0},"title":"Adab Seorang Penuntut Ilmu Terhadap Dirinya (Bagian 2)","author":"fahimna","date":"8 April 2026","format":false,"excerpt":"\u00a0 Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu dalam membina dan memperbaiki dirinya. Adab-adab tersebut merupakan landasan awal agar ilmu yang dipelajari dapat diterima dan diamalkan dengan baik. Pada bagian ini, akan dilanjutkan pembahasan adab-adab lain yang berkaitan erat dengan penjagaan diri, baik\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Akhlak&quot;","block_context":{"text":"Akhlak","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=23"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":413,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=413","url_meta":{"origin":445,"position":1},"title":"Dari Dalil ke Hukum: Peran Ushul Fikih dalam Menjawab Problematika Zaman","author":"fahimna","date":"17 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Dalam perjalanan panjang peradaban Islam, hukum-hukum syariat tidak muncul begitu saja. Al-Qur\u2019an dan As-Sunnah adalah dua sumber utama hukum Kaum Muslimin, namun tidak semua permasalahan -terlebih pada permasalahan kontemporer- dijelaskan secara sharih[1] di dalamnya. Oleh karena itu, para ulama mengambil peran dalam menentukan hukum bagi berbagai peristiwa baru yang dialami\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1232.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1232.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1232.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1232.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1232.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":167,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=167","url_meta":{"origin":445,"position":2},"title":"Hadis Masyhur","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83c\udf40 Penulis: Fadhila Salma Nuzula \ud83e\udeb4Definisi Hadis Masyhur: Menurut bahasa: Adalah isim maf\u2019ul dari syahartu al-amr, yang bermakna aku mengumumkan dan aku menampakkan suatu perkara. Dan dinamakan seperti itu karena penampakannya yang jelas. Menurut istilah: Hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang perawi atau lebih dalam setiap tingkatannya, asalkan tidak mencapai\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Musthalah Hadis&quot;","block_context":{"text":"Musthalah Hadis","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=19"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":464,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=464","url_meta":{"origin":445,"position":3},"title":"Al-Qur\u2019an dan&nbsp;Ushul&nbsp;Fikih","author":"fahimna","date":"11 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kajian\u00a0Ushul\u00a0Fikih, pembahasan mengenai dalil (sumber hukum) memiliki kedudukan yang sangat penting, karena darinya hukum-hukum syariat ditetapkan. Para ulama dalam kitab-kitab mereka menjelaskan bahwa dalil-dalil tersebut ada yang disepakati kehujjahannya (adillah muttafaq \u2018alaiha) dan ada pula yang diperselisihkan (adillah mukhtalaf fiihaa), baik karena perbedaan sudut pandang, perbedaan nama, atau perbedaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":297,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=297","url_meta":{"origin":445,"position":4},"title":"Biografi Imam Al Bazzar","author":"fahimna","date":"26 Februari 2023","format":false,"excerpt":"\u201cTak kenal maka ta\u2019aruf\u201d. Pernyataan ini tak begitu asing terdengar di sekitar kita. Kita tak bisa mengagumi seseorang tanpa mengenal orang tersebut. Dan kita tak bisa mengenal seseorang jika kita tak mencoba mengenalinya. Bagi para penuntut ilmu, nama Al- Bazzar cukup masyhur mengingat beliau adalah seorang penulis musnad yang sering\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1198.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":479,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=479","url_meta":{"origin":445,"position":5},"title":"Pembinaan Ruhani Da\u2018i dalam Tafsir Surah Al-Muzzammil Ayat 1\u201310","author":"fahimna","date":"1 April 2026","format":false,"excerpt":"Dalam realitas dakwah, tantangan tidak hanya hadir dalam bentuk penolakan terbuka, tetapi juga berupa kelelahan batin, tekanan psikologis, serta ujian keikhlasan yang kerap tidak tampak di permukaan. Seorang da\u2018i tidak hanya dituntut untuk menyampaikan kebenaran dengan lisan, tetapi juga menjaga keteguhan hati dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=445"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":446,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/445\/revisions\/446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}