{"id":389,"date":"2025-12-13T19:43:29","date_gmt":"2025-12-13T12:43:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=389"},"modified":"2026-01-04T11:18:30","modified_gmt":"2026-01-04T04:18:30","slug":"istigfar-sebab-keberkahan-mendalami-perintah-istigfar-dalam-surat-nuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=389","title":{"rendered":"Istigfar Sebab Keberkahan: Mendalami Perintah Istigfar dalam Surat Nuh"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"MsoNormal\"><strong>Sekilas tentang Surah Nuh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Surah Nuh merupakan salah satu surat Makkiyah yang berisi kisah perjuangan Nabi Nuh \u2018alaihis salam dalam menyampaikan risalah tauhid kepada kaumnya. Pada sembilan ayat pertama, menggambarkan perjuangan Nabi Nuh \u2018alaihis salam dalam menyampaikan dakwah kepada kaumnya yaitu hanya menyembah Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala&nbsp; dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Dengan penuh kesabaran, Nabi Nuh \u2018alaihis salam menyeru siang dan malam, baik secara terbuka maupun diam-diam, namun kebanyakan dari kaumnya tetap menolak dengan kesombongan dan menutup hati dari kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Dalam perjuangan dakwahnya, Nabi Nuh \u2018alaihis salam juga membimbing umatnya agar meminta ampun kepada Allah \u2018Azza wa Jalla dan bertaubat kepada-Nya seperti yang disebutkan dalam ayat 10 yang berbunyi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">\u201cMaka aku katakan kepada mereka, \u2018Mohonlah ampun kepada Rabbmu.\u2019\u201c <\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Yakni, tinggalkan dosa kalian dan mintalah ampunan pada Allah atas dosa-dosa kalian itu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, yang banyak ampunan-Nya bagi orang yang bertaubat dan meminta ampun. (<em>Tafsir As-Sa&#8217;di<\/em>, 1610)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\"><strong>Istighfar Sebab Keberkahan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Kemudian di ayat selanjutnya yang ke-11 dan ke-12, Nabi Nuh \u2018alaihis salam juga mendorong mereka kepada kebaikan dunia yang disegerakan seraya berkata, \u201cNiscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, \u201cJika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan menaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rezeki, diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannya harta, serta dikaruniakan anak dan keturunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya mengalir sungai-sungai.\u201d (<em>Tafsir Al-Qur&#8217;anul Azhim<\/em>, 14\/140)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Ayat ini menggambarkan keterkaitan erat antara istigfar dan turunnya keberkahan. Nabi Nuh \u2018alaihis salam tidak hanya menyeru kaumnya untuk bertaubat demi keselamatan akhirat, tetapi juga menunjukkan bahwa ampunan Allah membawa kebaikan dunia \u2014 hujan yang menyuburkan bumi, rezeki yang melimpah, dan keturunan yang diberkahi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\"><strong>Mendalami Perintah Istighfar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Para ulama telah memberikan penjelasan komprehensif mengenai konsep istigfar dan taubat. Ar-Raghib dalam kitabnya \u201c<em>Al-Mufradat<\/em>\u201d pada bab \u2018Ghafar\u2019 mengatakan: <\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&#8220;Dan istigfar: memohon ampunan dengan perkataan dan perbuatan, dan firman-Nya: <\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">{Minta maaflah kepada Tuhanmu, karena Dia Maha Pengampun} [Nuh\/ 10], mereka tidak diperintahkan untuk memintanya hanya dengan lisan, tetapi dengan lisan dan perbuatan; karena telah dikatakan: memohon ampunan dengan lisan tanpa perbuatan adalah perbuatan orang-orang yang dusta. Selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Adapun mengenai taubat, Ar-Raghib Al-Asfahani rahimahullah mendefinisikannya secara syar\u2019i sebagai tindakan meninggalkan perbuatan maksiat karena menyadari keburukan perbuatan tersebut, disertai penyesalan atas pelaksanaannya, tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya, serta upaya memperbaiki amal yang pernah ditinggalkan apabila hal itu memungkinkan. Apabila keempat unsur tersebut terpenuhi, taubat dinilai telah mencapai kesempurnaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">An-Nawawi rahimahullah menegaskan bahwa taubat hukumnya wajib atas setiap bentuk dosa. Apabila maksiat yang dilakukan hanya berhubungan antara hamba dan Allah\u2014tanpa melibatkan hak manusia\u2014maka terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">1. Meninggalkan perbuatan maksiat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">2. Menyesali perbuatan yang telah dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">3. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Ketiadaan salah satu dari ketiga syarat tersebut menyebabkan taubat tidak dianggap sah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Adapun apabila maksiat terkait dengan hak orang lain, maka ditambahkan satu syarat keempat, yaitu memenuhi dan mengembalikan hak pihak yang dizalimi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Jika yang dilanggar berupa harta atau sesuatu yang sejenis, maka pelaku wajib mengembalikannya. Jika pelanggaran berupa tindakan yang merendahkan orang lain, maka ia harus memulihkannya dengan menyebutkan kebaikan orang tersebut serta memohon maaf. Apabila pelanggaran tersebut berupa gibah, maka pelaku wajib meminta kehalalan dari pihak yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Penulis: Sri Wulandari<\/p>\n\n\n\n<p>Pembimbing: &#8230;&#8230;. <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Referansi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">1. Tafsir as-Sa&#8217;di \/ Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa&#8217;di, pakar tafsir abad 14 H. Referensi: <a href=\"https:\/\/tafsirweb.com\/11394-surat-nuh-ayat-10.html\">https:\/\/tafsirweb.com\/11394-surat-nuh-ayat-10.html<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">2. Tafsir Al-Qur&#8217;anul Azhim (Tafsir Ibnu Katsir), 14\/140. <a href=\"https:\/\/muslim.or.id\/20181-cara-minta-hujan-turun.html#_ftnref4\">https:\/\/muslim.or.id\/20181-cara-minta-hujan-turun.html#_ftnref4<\/a> (13 November 2025)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 3<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Sekilas tentang Surah Nuh Surah Nuh merupakan salah satu surat Makkiyah yang berisi kisah perjuangan Nabi Nuh \u2018alaihis salam dalam menyampaikan risalah tauhid kepada kaumnya. Pada sembilan ayat pertama, menggambarkan perjuangan Nabi Nuh \u2018alaihis salam dalam menyampaikan dakwah kepada kaumnya yaitu hanya menyembah Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala&nbsp; dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Dengan penuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":388,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tafsir"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251213_194147_2192829338631447341151.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":216,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=216","url_meta":{"origin":389,"position":0},"title":"Perjalanan Nabi Muhammad Thaif untuk Berdakwah","author":"fahimna","date":"12 November 2025","format":false,"excerpt":"Penulis : Sumayyah Setelah istri Rasulullah shallahu \u2018alaihi wa sallam Khadijah dan paman beliau Abu Thalib \u00a0meninggal, perasaan beliau sangat sedih. Ujian yang datang juga semakin dahsyat dan banyak penolakan dari orang-orang Mekkah terhadap dakwah beliau. Oleh karena itu, Rasulullah shallahu \u2018alaihi wa sallam pergi ke Thaif bersama Zaid bin\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1171.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":479,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=479","url_meta":{"origin":389,"position":1},"title":"Pembinaan Ruhani Da\u2018i dalam Tafsir Surah Al-Muzzammil Ayat 1\u201310","author":"fahimna","date":"1 April 2026","format":false,"excerpt":"Dalam realitas dakwah, tantangan tidak hanya hadir dalam bentuk penolakan terbuka, tetapi juga berupa kelelahan batin, tekanan psikologis, serta ujian keikhlasan yang kerap tidak tampak di permukaan. Seorang da\u2018i tidak hanya dituntut untuk menyampaikan kebenaran dengan lisan, tetapi juga menjaga keteguhan hati dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":219,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=219","url_meta":{"origin":389,"position":2},"title":"Peristiwa Isra\u2019 dan Mi\u2019raj Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam","author":"fahimna","date":"12 November 2025","format":false,"excerpt":"Penulis : Sumayyah Tatkala Rasulullah\u00a0shalallahu\u00a0\u2018alaihi wa\u00a0sallam\u00a0mengalami kesedihan dan kesulitan ketika berdakwah, Allah\u00a0Ta\u2019ala\u00a0menghibur beliau dengan peristiwa\u00a0Isra\u2019\u00a0dan\u00a0Mi\u2019raj. Jika diartikan secara bahasa,\u00a0Isra\u2019\u00a0adalah perjalanan yang dilakukan di malam hari dan\u00a0mi\u2019raj\u00a0artinya naik. \u00a0Lalu arti secara keseluruhan,\u00a0Isra\u2019\u00a0\u00a0dan\u00a0Mi\u2019raj\u00a0adalah perjalanan Rasulullah\u00a0shalallahu\u00a0\u2018alaihi wa\u00a0sallam\u00a0di malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsha kemudian naik ke\u00a0sidratulmuntaha. Sebelum perjalanannya dari Masjidilharam ke Masjidilaqsha,\u00a0Rasulullah\u00a0shalallahu\u00a0\u2018alaihi wa\u00a0sallam\u00a0mengalami\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1172.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1172.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1172.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1172.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/img_1172.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":35,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=35","url_meta":{"origin":389,"position":3},"title":"BAIAT AQABAH PERTAMA","author":"fahimna","date":"29 Agustus 2025","format":false,"excerpt":"Pada tahun ke-11 kenabian, enam orang dari Yatsrib (kini dikenal sebagai Madinah) mengunjungi Makkah saat musim haji dan bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu \u2018alayhi wasallam. Mereka tertarik dengan ajaran Islam setelah mendengar langsung dari beliau, dan akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keenam orang tersebut juga berjanji kepada Rasulullah untuk\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":177,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=177","url_meta":{"origin":389,"position":4},"title":"Tafsir Surat Al-Balad","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"Surat Al-balad adalah surat ke sembilanpuluh dalam Al-Qur\u2019an dan merupakan surat makiyyah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallahu \u2018alaihi wasallam sebelum hijrah ke Madinah, surat ini memiliki arti negri. Surat ini menjelaskan bahwasannya cobaan, kelelahan dan kepayahan akan hidup berdampingan dengan manusia dan menjelaskan tentang kuasa Allah atas hambanya dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg?resize=700%2C400&ssl=1 2x"},"classes":[]},{"id":58,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=58","url_meta":{"origin":389,"position":5},"title":"BAIAT AQABAH KEDUA","author":"fahimna","date":"30 Agustus 2025","format":false,"excerpt":"Pada tahun ke-13 kenabian, suasana malam di Mina begitu hening. Di tengah sunyinya lembah Aqabah, sekelompok lelaki dan dua perempuan dari Madinah dengan hati yang berdebar berjalan menuju tempat yang telah ditentukan. Jumlah mereka tujuh puluh tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah kaum Anshar yang telah memeluk Islam melalui\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=389"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/389\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":439,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/389\/revisions\/439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}