{"id":257,"date":"2025-12-02T05:09:59","date_gmt":"2025-12-01T22:09:59","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=257"},"modified":"2025-12-15T17:12:22","modified_gmt":"2025-12-15T10:12:22","slug":"beriman-kepada-nama-nama-allah-al-afwu-maha-pemaaf-al-ghafur-maha-pengampun-dan-ar-rahim-maha-penyayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=257","title":{"rendered":"Beriman kepada Nama-Nama Allah: \u201cAl-\u2018Afuww\u201d, \u201cAl-Ghafur\u201d dan \u201cAr-Rahim\u201d"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"MsoBodyText\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Makna \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Apa yang kamu ketahui tentang \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d? Bukankah hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita? Bahwasanya, judul diatas merupakan pilar penting dalam pembagian tauhid. Mari kita bahas secara singkat tentang makna dari judul di atas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Beriman kepada nama-nama Allah adalah meyakini dan membenarkan bahwa Allah memiliki nama- nama tersebut, sebagaimana yang telah ditetapkan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah. Dengan demikian, kita mengetahui nama-nama tersebut hanya khusus bagi Allah; bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk-Nya. Maka dari itu, Allah tidak sama dengan makhluk-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Sebagaimana sifat-sifat yang telah disebutkan pada judul di atas, dengan itu kita mengetahui Allah sangat mulia dengan sifat-sifat-Nya; bahwa di dunia ini tidak ada yang memaafkan dan menyayangi kita sebagaimana Allah, karena ampunan dan rahmat-Nya meliputi segalanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Saat Diri Ini Terjebak dalam Lautan Dosa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Pernahkah kamu membayangkan seseorang yang terjebak di tengah lautan pada malam hari? Di depannya hanya ada lautan yang terbentang luas dan gelapnya malam. Ia hanya terombang- ambing tanpa arah, diselimuti angin dingin yang terus berhembus dari segala penjuru. Tak ada siapapun di sana, hanya rasa takut yang menyelimuti dirinya. Namun, ia meyakini bahwa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">pertolongan pasti akan datang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Begitulah sedikit gambaran seorang hamba yang terjebak dalam lautan dosa. Ia berjalan tanpa arah, tenggelam dalam lezatnya kemaksiatan. Hatinya dipenuhi rasa takut dan waswas setan, sehingga ia menganggap dirinya manusia kotor dan tak pantas mendapatkan ampunan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Bukankah Rabbnya berfirman dalam Kitab-Nya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">\u0625\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u064b\u0651\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">\u201c<em>Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun<\/em>.\u201d (QS. An-Nisa\u0305&#8217;: 43)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Yakni, Allah Adalah <em>Al-&#8216;Afw<\/em>u\u0305 (Maha Pemaaf), Yang memaafkan kalian atas kesalahan-kesalahan kalian, padahal Dia mampu menghukum kalian atas kesalahan-kesalahan kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masihkah Diri Ini Layak Mendapatkan Rahmat-Nya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Pernahkah kamu mengamati pergelangan tanganmu? Jika kamu amati dan pegang, kamu akan merasakan suatu hal kecil yaitu denyut nadi. Benar, dia suatu hal kecil di tanganmu, tapi denyut nadi itu terus berdetak dan tidak berhenti. Karena ia menandakan bahwa jantungmu juga masih berdetak. Dan dengan itu menandakan kamu masih hidup sampai detik ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Bukankah detakkan jantung yang kamu rasakan itu sebuah Rahmat dari-Nya? Layaknya sebuah harapan besar untuk kembali mendapatkan ampunan-Nya. Namun mengapa kamu masih ragu untuk kembali kepada-Nya? Bukankah sudah jelas Rahmat-Nya begitu besar mengalir pada<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">dirimu, bahkan di saat diri itu sedang bermaksiat kepada-Nya sekalipun. Seakan itu menandakan sebuah panggilan untuk kembali kepada-Nya walau dengan jiwa yang penuh dengan dosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Dalam Hadits Qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam <\/em>bersabda, Allah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">Allah <em>Taala <\/em>berfirman :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">\u064a\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0649 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u062a\u064e\u0646\u0650\u0649 \u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0649 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0644\u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0642\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal\">\u201c<em>Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.<\/em>\u201d (HR. Tirmidzi no. 3540).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Penulis: Assyifa P. Saori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">&nbsp;Pembimbing: <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText\">Referensi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Syarah Kitab Al Aqidah Al Washithiyyah (terjemah) ditulis oleh Ahmad Hendrix<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Materi Akidah #07: Beriman kepada Allah dan Rukunnya dari<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed MsoBodyText\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ovZgpmRedH\"><a href=\"https:\/\/ruqoyyah.com\/554-materi-akidah-07-beriman-kepada-allah-dan-rukunnya.html\">Materi Akidah #07: Beriman kepada Allah dan Rukunnya<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Materi Akidah #07: Beriman kepada Allah dan Rukunnya&#8221; &#8212; Ruqoyyah\" src=\"https:\/\/ruqoyyah.com\/554-materi-akidah-07-beriman-kepada-allah-dan-rukunnya.html\/embed#?secret=ZYGj3HiMnG#?secret=ovZgpmRedH\" data-secret=\"ovZgpmRedH\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Terhapusnya<\/em><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dosa Sepenuh&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bumi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dari <\/em><a href=\"https:\/\/rumaysho.com\/3232-terhapusnya-dosa-sepenuh-bumi.html\">https:\/\/rumaysho.com\/3232-terhapusnya-dosa-<\/a> <a href=\"https:\/\/rumaysho.com\/3232-terhapusnya-dosa-sepenuh-bumi.html\">sepenuh-bumi.html<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>&nbsp; Makna \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d Apa yang kamu ketahui tentang \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d? Bukankah hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita? Bahwasanya, judul diatas merupakan pilar penting dalam pembagian tauhid. Mari kita bahas secara singkat tentang makna dari judul di atas. Beriman kepada nama-nama Allah adalah meyakini dan membenarkan bahwa Allah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tauhid"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":448,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=448","url_meta":{"origin":257,"position":0},"title":"Beriman Kepada Takdir","author":"fahimna","date":"9 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Makna Beriman Kepada Takdir Apa itu takdir? Bukankah sudah tidak asing lagi kata 'takdir' di telinga kita? Orang-orang pada umumnya mengaitkannya dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Mencakup tentang kehidupan kita, yang baik maupun buruk, maut, dan rezeki. Akan tetapi, yang menjadi garis besar di sini, mengapa kita wajib\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tauhid&quot;","block_context":{"text":"Tauhid","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=27"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":435,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=435","url_meta":{"origin":257,"position":1},"title":"Istiqamah sebagai Sebab Turunnya Rezeki yang Baik: Telaah Ayat 16 Surah Al-Jinn","author":"fahimna","date":"4 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengaitkan rezeki dengan kerja keras, kecerdasan, atau kesempatan yang datang pada waktu yang tepat. Namun, Al-Qur\u2019an memberikan penjelasan bahwa rezeki tidak hanya diperoleh melalui usaha lahiriah semata, tetapi juga berkaitan erat dengan iman, takwa, dan keteguhan dalam menaati perintah Allah \ufdfb, dengan tetap menempuh sebab-sebab\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":169,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=169","url_meta":{"origin":257,"position":2},"title":"Si Sulung Al-Khatthab","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udcbc Penulis: Neisya Iffah Zahrah Dalam sejarah panjang perjuangan Islam, terdapat kisah-kisah luar biasa yang menembus batas waktu dan mengguncang hati siapa pun yang membacanya. Namun, di antara kisah para pahlawan itu ada satu nama yang menyala terang ialah Zaid bin Al-Khaththab. Ia bukan hanya seorang mujahid, tapi juga nyala\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":464,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=464","url_meta":{"origin":257,"position":3},"title":"Al-Qur\u2019an dan&nbsp;Ushul&nbsp;Fikih","author":"fahimna","date":"11 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kajian\u00a0Ushul\u00a0Fikih, pembahasan mengenai dalil (sumber hukum) memiliki kedudukan yang sangat penting, karena darinya hukum-hukum syariat ditetapkan. Para ulama dalam kitab-kitab mereka menjelaskan bahwa dalil-dalil tersebut ada yang disepakati kehujjahannya (adillah muttafaq \u2018alaiha) dan ada pula yang diperselisihkan (adillah mukhtalaf fiihaa), baik karena perbedaan sudut pandang, perbedaan nama, atau perbedaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":479,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=479","url_meta":{"origin":257,"position":4},"title":"Pembinaan Ruhani Da\u2018i dalam Tafsir Surah Al-Muzzammil Ayat 1\u201310","author":"fahimna","date":"1 April 2026","format":false,"excerpt":"Dalam realitas dakwah, tantangan tidak hanya hadir dalam bentuk penolakan terbuka, tetapi juga berupa kelelahan batin, tekanan psikologis, serta ujian keikhlasan yang kerap tidak tampak di permukaan. Seorang da\u2018i tidak hanya dituntut untuk menyampaikan kebenaran dengan lisan, tetapi juga menjaga keteguhan hati dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":399,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=399","url_meta":{"origin":257,"position":5},"title":"Pemilik Intuisi Tajam yang Menundukkan Pedang","author":"fahimna","date":"15 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Sahabat yang dikenal karena kecerdasannya. Apakah pernah terbayang di benak kita, dihadapkan dengan musuh yang begitu lihai berbicara dan cerdik dalam strategi? Seorang\u00a0public figure\u00a0yang pendapatnya dihormati serta didengar setiap orang, taktikus medan perang yang membuat siapapun terkesima saat ia berbicara. Pemikirannya begitu brilian, pemahamannya luas, dan kemampuan problem solving-nya pun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=257"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/257\/revisions\/393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}