{"id":257,"date":"2025-12-02T05:09:59","date_gmt":"2025-12-01T22:09:59","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=257"},"modified":"2025-12-15T17:12:22","modified_gmt":"2025-12-15T10:12:22","slug":"beriman-kepada-nama-nama-allah-al-afwu-maha-pemaaf-al-ghafur-maha-pengampun-dan-ar-rahim-maha-penyayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=257","title":{"rendered":"Beriman kepada Nama-Nama Allah: \u201cAl-\u2018Afuww\u201d, \u201cAl-Ghafur\u201d dan \u201cAr-Rahim\u201d"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Makna \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Apa yang kamu ketahui tentang \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d? Bukankah hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita? Bahwasanya, judul diatas merupakan pilar penting dalam pembagian tauhid. Mari kita bahas secara singkat tentang makna dari judul di atas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Beriman kepada nama-nama Allah adalah meyakini dan membenarkan bahwa Allah memiliki nama- nama tersebut, sebagaimana yang telah ditetapkan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah. Dengan demikian, kita mengetahui nama-nama tersebut hanya khusus bagi Allah; bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk-Nya. Maka dari itu, Allah tidak sama dengan makhluk-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Sebagaimana sifat-sifat yang telah disebutkan pada judul di atas, dengan itu kita mengetahui Allah sangat mulia dengan sifat-sifat-Nya; bahwa di dunia ini tidak ada yang memaafkan dan menyayangi kita sebagaimana Allah, karena ampunan dan rahmat-Nya meliputi segalanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Saat Diri Ini Terjebak dalam Lautan Dosa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Pernahkah kamu membayangkan seseorang yang terjebak di tengah lautan pada malam hari? Di depannya hanya ada lautan yang terbentang luas dan gelapnya malam. Ia hanya terombang- ambing tanpa arah, diselimuti angin dingin yang terus berhembus dari segala penjuru. Tak ada siapapun di sana, hanya rasa takut yang menyelimuti dirinya. Namun, ia meyakini bahwa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">pertolongan pasti akan datang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Begitulah sedikit gambaran seorang hamba yang terjebak dalam lautan dosa. Ia berjalan tanpa arah, tenggelam dalam lezatnya kemaksiatan. Hatinya dipenuhi rasa takut dan waswas setan, sehingga ia menganggap dirinya manusia kotor dan tak pantas mendapatkan ampunan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Bukankah Rabbnya berfirman dalam Kitab-Nya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">\u0625\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0641\u064f\u0648\u064b\u0651\u0627 \u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064b\u0627<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">\u201c<em>Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun<\/em>.\u201d (QS. An-Nisa\u0305&#8217;: 43)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Yakni, Allah Adalah <em>Al-&#8216;Afw<\/em>u\u0305 (Maha Pemaaf), Yang memaafkan kalian atas kesalahan-kesalahan kalian, padahal Dia mampu menghukum kalian atas kesalahan-kesalahan kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Masihkah Diri Ini Layak Mendapatkan Rahmat-Nya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Pernahkah kamu mengamati pergelangan tanganmu? Jika kamu amati dan pegang, kamu akan merasakan suatu hal kecil yaitu denyut nadi. Benar, dia suatu hal kecil di tanganmu, tapi denyut nadi itu terus berdetak dan tidak berhenti. Karena ia menandakan bahwa jantungmu juga masih berdetak. Dan dengan itu menandakan kamu masih hidup sampai detik ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Bukankah detakkan jantung yang kamu rasakan itu sebuah Rahmat dari-Nya? Layaknya sebuah harapan besar untuk kembali mendapatkan ampunan-Nya. Namun mengapa kamu masih ragu untuk kembali kepada-Nya? Bukankah sudah jelas Rahmat-Nya begitu besar mengalir pada<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">dirimu, bahkan di saat diri itu sedang bermaksiat kepada-Nya sekalipun. Seakan itu menandakan sebuah panggilan untuk kembali kepada-Nya walau dengan jiwa yang penuh dengan dosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Dalam Hadits Qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam <\/em>bersabda, Allah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">Allah <em>Taala <\/em>berfirman :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">\u064a\u064e\u0627 \u0627\u0628\u0652\u0646\u064e \u0622\u062f\u064e\u0645\u064e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064e \u0644\u064e\u0648\u0652 \u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0649 \u0628\u0650\u0642\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062e\u064e\u0637\u064e\u0627\u064a\u064e\u0627 \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0644\u064e\u0642\u0650\u064a\u062a\u064e\u0646\u0650\u0649 \u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u064f \u0628\u0650\u0649 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0644\u0623\u064e\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0643\u064e \u0628\u0650\u0642\u064f\u0631\u064e\u0627\u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0645\u064e\u063a\u0652\u0641\u0650\u0631\u064e\u0629\u064b<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoNormal wp-block-paragraph\">\u201c<em>Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.<\/em>\u201d (HR. Tirmidzi no. 3540).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Penulis: Assyifa P. Saori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">&nbsp;Pembimbing: <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"MsoBodyText wp-block-paragraph\">Referensi :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Syarah Kitab Al Aqidah Al Washithiyyah (terjemah) ditulis oleh Ahmad Hendrix<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Materi Akidah #07: Beriman kepada Allah dan Rukunnya dari<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed MsoBodyText\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ovZgpmRedH\"><a href=\"https:\/\/ruqoyyah.com\/554-materi-akidah-07-beriman-kepada-allah-dan-rukunnya.html\">Materi Akidah #07: Beriman kepada Allah dan Rukunnya<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Materi Akidah #07: Beriman kepada Allah dan Rukunnya&#8221; &#8212; Ruqoyyah\" src=\"https:\/\/ruqoyyah.com\/554-materi-akidah-07-beriman-kepada-allah-dan-rukunnya.html\/embed#?secret=ZYGj3HiMnG#?secret=ovZgpmRedH\" data-secret=\"ovZgpmRedH\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Terhapusnya<\/em><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dosa Sepenuh&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bumi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; dari <\/em><a href=\"https:\/\/rumaysho.com\/3232-terhapusnya-dosa-sepenuh-bumi.html\">https:\/\/rumaysho.com\/3232-terhapusnya-dosa-<\/a> <a href=\"https:\/\/rumaysho.com\/3232-terhapusnya-dosa-sepenuh-bumi.html\">sepenuh-bumi.html<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>&nbsp; Makna \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d Apa yang kamu ketahui tentang \u201cBeriman Kepada Nama-Nama Allah\u201d? Bukankah hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita? Bahwasanya, judul diatas merupakan pilar penting dalam pembagian tauhid. Mari kita bahas secara singkat tentang makna dari judul di atas. Beriman kepada nama-nama Allah adalah meyakini dan membenarkan bahwa Allah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tauhid"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251202_050816_9247565228451393265860.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":548,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=548","url_meta":{"origin":257,"position":0},"title":"IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH","author":"fahimna","date":"17 November 2023","format":false,"excerpt":"Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur\u2019an) kepada hamba dan rasul-Nya, Muhammad shallallahu \u2018alaihi wa salam agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Segala puji bagi-Nya dan semoga Dia senantiasa mencurahkan rahmat dan berkah-Nya kepada nabi-Nya dan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tauhid&quot;","block_context":{"text":"Tauhid","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=27"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":448,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=448","url_meta":{"origin":257,"position":1},"title":"Beriman Kepada Takdir","author":"fahimna","date":"9 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Makna Beriman Kepada Takdir Apa itu takdir? Bukankah sudah tidak asing lagi kata 'takdir' di telinga kita? Orang-orang pada umumnya mengaitkannya dengan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Mencakup tentang kehidupan kita, yang baik maupun buruk, maut, dan rezeki. Akan tetapi, yang menjadi garis besar di sini, mengapa kita wajib\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tauhid&quot;","block_context":{"text":"Tauhid","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=27"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1325.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":435,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=435","url_meta":{"origin":257,"position":2},"title":"Istiqamah sebagai Sebab Turunnya Rezeki yang Baik: Telaah Ayat 16 Surah Al-Jinn","author":"fahimna","date":"4 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengaitkan rezeki dengan kerja keras, kecerdasan, atau kesempatan yang datang pada waktu yang tepat. Namun, Al-Qur\u2019an memberikan penjelasan bahwa rezeki tidak hanya diperoleh melalui usaha lahiriah semata, tetapi juga berkaitan erat dengan iman, takwa, dan keteguhan dalam menaati perintah Allah \ufdfb, dengan tetap menempuh sebab-sebab\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":169,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=169","url_meta":{"origin":257,"position":3},"title":"Si Sulung Al-Khatthab","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udcbc Penulis: Neisya Iffah Zahrah Dalam sejarah panjang perjuangan Islam, terdapat kisah-kisah luar biasa yang menembus batas waktu dan mengguncang hati siapa pun yang membacanya. Namun, di antara kisah para pahlawan itu ada satu nama yang menyala terang ialah Zaid bin Al-Khaththab. Ia bukan hanya seorang mujahid, tapi juga nyala\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":464,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=464","url_meta":{"origin":257,"position":4},"title":"Al-Qur\u2019an dan&nbsp;Ushul&nbsp;Fikih","author":"fahimna","date":"11 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kajian\u00a0Ushul\u00a0Fikih, pembahasan mengenai dalil (sumber hukum) memiliki kedudukan yang sangat penting, karena darinya hukum-hukum syariat ditetapkan. Para ulama dalam kitab-kitab mereka menjelaskan bahwa dalil-dalil tersebut ada yang disepakati kehujjahannya (adillah muttafaq \u2018alaiha) dan ada pula yang diperselisihkan (adillah mukhtalaf fiihaa), baik karena perbedaan sudut pandang, perbedaan nama, atau perbedaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":555,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=555","url_meta":{"origin":257,"position":5},"title":"Bunga Iman yang&nbsp;Mekar&nbsp;di Padang&nbsp;Eksekusi","author":"fahimna","date":"4 Juni 2026","format":false,"excerpt":"Sang kesatria Ansharyang namanya harum Di antara kaum Anshar Madinah, berjalan seorang laki laki yang jiwanya bersih. Ia merupakan salah satu sahabat yang gemar mengunjungi Rasulullah sejak kedatangan beliau ke tanah Madinah. Ia menghabiskan hari-harinya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, dadanya dipenuhi kerinduan yang bergejolak akan surga dan\u2026","rel":"","context":"Postingan serupa","block_context":{"text":"Postingan serupa","link":""},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img_1651.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img_1651.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img_1651.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img_1651.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/img_1651.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=257"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":393,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/257\/revisions\/393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}