{"id":177,"date":"2025-10-03T07:38:16","date_gmt":"2025-10-03T00:38:16","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=177"},"modified":"2026-01-04T11:19:26","modified_gmt":"2026-01-04T04:19:26","slug":"tafsir-surat-al-balad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=177","title":{"rendered":"Tafsir Surat Al-Balad"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p>Surat Al-balad adalah surat ke sembilanpuluh dalam Al-Qur\u2019an dan merupakan surat makiyyah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallahu \u2018alaihi wasallam sebelum hijrah ke Madinah, surat ini memiliki arti negri. Surat ini menjelaskan bahwasannya cobaan, kelelahan dan kepayahan akan hidup berdampingan dengan manusia dan menjelaskan tentang kuasa Allah atas hambanya dan ia melihat setiap gerak gerik hambanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udccc Tafsir Ayat<\/p>\n\n\n\n<p>\u25cf Tafsir Ayat 1:<\/p>\n\n\n\n<p>\u0644\u064e\u0622 \u0623\u064f\u0642\u0652\u0633\u0650\u0645\u064f \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),<\/p>\n\n\n\n<p>Allah bersumpah dengan kota suci Makkah dan engkau -wahai Nabi-, dihalalkan di kota suci ini melakukan apa saja di dalamnya. Ini merupakan sumpah dari Allah Subhanahu wata\u2019ala. dengan menyebut Mekah Ummul Qura dalam keadaan halal bagi orang yang bertempat tinggal di dalamny, untuk mengingatkan keagungan kedudukan kota Mekah disaat penduduknya sedang melakukan ihram. Khasif telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), (Sumpah ini bukanlah sanggahan terhadap mereka; Allah Subhanahu wata\u2019ala hanya bersumpah dengan menyebut nama kota ini (Mekah).<\/p>\n\n\n\n<p>\u25cfTafsir Ayat 2:<\/p>\n\n\n\n<p>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u062d\u0650\u0644\u064c\u0651\u06e2 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u062f\u0650<\/p>\n\n\n\n<p>dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan tidak dihalalkan bagi nabi kecuali sesaat dari siang hari. Ayat ini berisikan kabar gembira kepada Nabi shallallahu alahi wa sallam, bahwa Makkah akan ditaklukkan melalui kedua tangan beliau, dan dihalalkan bagi beliau untuk berperang. Allah bersumpah dengan bapak manusia yaitu Adam dan anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada kelelahan dan kesulitan dalam menjani dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada tiga pendapat di kalangan ahli tafsir tentang maksud \u201cdan engkau halal di kota (Mekah) ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u2744\ufe0fPendapat pertama<\/p>\n\n\n\n<p>Mengatakan ayat ini bermakna \u201clebih-lebih engkau berada di kota Mekah ini\u201d, sehingga Allah berhak bersumpah dengan kota Mekah, lebih-lebih Nabi Muhammad berada di kota tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2744\ufe0fPendapat kedua<\/p>\n\n\n\n<p>Mengatakan ayat ini bermakna \u201cdan engkau dihalalakan darahnya oleh orang-orang kafir Quraisy di kota Mekah ini\u201d, sehingga seakan-akan Allah bersumpah untuk mengingkarinya. Sebagaimana sayembara yang pernah dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy bagi yang berhasil menangkap Nabi Muhammad atau Abu Bakar masing-masing akan diberi serratus ekor unta.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2744\ufe0fPendapat ketiga dan inilah pendapat yang kuat mengatakan ayat ini bermakna \u201cdan kota suci Mekah halal bagi engkau\u201d. Maksudnya adalah dibolehkan bagi Nabi untuk berperang di kota Mekah. Ini terjadi ketika Fathu Makkah (penaklukan kota Mekah) pada tahun 8 H tatkala Nabi menyerang kota Mekah. Pada asalnya dilarang berperang dan menumpahkan darah di kota Mekah dan hal inipun diketahui oleh orang-orang musyrikin Quraisy, namun pada saat Fathu Makkah maka Allah menghalalkan bagi Nabi shallallahu \u00e1laihi wasallam untuk memerangi kaum musyrikin di Mekah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan tidak dihalalkan bagi nabi kecuali sesaat dari siang hari. Ayat ini berisikan kabar gembira kepada Nabi shallallahu alahi wa sallam, bahwa Makkah akan ditaklukkan melalui kedua tangan beliau, dan dihalalkan bagi beliau untuk berperang. Allah bersumpah dengan bapak manusia yaitu Adam dan anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada kelelahan dan kesulitan dalam menjani dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udcd5Referensi:<\/p>\n\n\n\n<p>Tafsir As-sa&#8217;di\/ Abdurrahman Bin Nashir As-Sa&#8217;di\/ Muassasah Ar-risalah\/ Lebanon<\/p>\n\n\n\n<p>At-Tafsir\/Wizarotut At-Tarbiyah Wa Ta&#8217;lim\/ Fahrosah Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah Asna&#8217; An-Nasr\/ Saudi<\/p>\n\n\n\n<p>Tafsir Al-Qur&#8217;anul Adzim\/ Abu Al-Fida&#8217; Ismail Ibnu Katsir\/ Dar Ibnu Hazm\/ Lebanon<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Quran Al-Karim<\/p>\n\n\n\n<p>Taisir Al-Karimi Ar-Rahman fi Tafsir, Abdurrahman ibnu Nashir ibnu Abdillah As\u2019sadi, Daaru Qanadiil Al-Alam<\/p>\n\n\n\n<p>Tafsir Muyassar\/Firanda Andirja<\/p>\n\n\n\n<p>At-tafsir\/Al-Mamlakah Al-&#8216;Arabiyyah As-Saudiyyah Wazaroh Tarbiyah wa Ta&#8217;lim<\/p>\n\n\n\n<p>\u2550\u2550\u2550\u2550 \u2741 \u2741 \u2550\u2550\u2550\u2550<\/p>\n\n\n\n<p>Follow us<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022Instagram : https:\/\/www.instagram.com\/fahimna.red?igsh=emFlaTN0eDl5dHM4<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022Telegram : https:\/\/t.me\/fahminachannel<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>Surat Al-balad adalah surat ke sembilanpuluh dalam Al-Qur\u2019an dan merupakan surat makiyyah yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallahu \u2018alaihi wasallam sebelum hijrah ke Madinah, surat ini memiliki arti negri. Surat ini menjelaskan bahwasannya cobaan, kelelahan dan kepayahan akan hidup berdampingan dengan manusia dan menjelaskan tentang kuasa Allah atas hambanya dan ia melihat setiap gerak gerik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":210,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tafsir"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/4319a065-471a-42f0-8a5c-8ea8934019c32959902423632067546.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":389,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=389","url_meta":{"origin":177,"position":0},"title":"Istigfar Sebab Keberkahan: Mendalami Perintah Istigfar dalam Surat Nuh","author":"fahimna","date":"13 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Sekilas tentang Surah Nuh Surah Nuh merupakan salah satu surat Makkiyah yang berisi kisah perjuangan Nabi Nuh \u2018alaihis salam dalam menyampaikan risalah tauhid kepada kaumnya. Pada sembilan ayat pertama, menggambarkan perjuangan Nabi Nuh \u2018alaihis salam dalam menyampaikan dakwah kepada kaumnya yaitu hanya menyembah Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala\u00a0 dan tidak menyekutukan-Nya\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251213_194147_2192829338631447341151.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251213_194147_2192829338631447341151.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251213_194147_2192829338631447341151.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251213_194147_2192829338631447341151.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_20251213_194147_2192829338631447341151.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":479,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=479","url_meta":{"origin":177,"position":1},"title":"Pembinaan Ruhani Da\u2018i dalam Tafsir Surah Al-Muzzammil Ayat 1\u201310","author":"fahimna","date":"1 April 2026","format":false,"excerpt":"Dalam realitas dakwah, tantangan tidak hanya hadir dalam bentuk penolakan terbuka, tetapi juga berupa kelelahan batin, tekanan psikologis, serta ujian keikhlasan yang kerap tidak tampak di permukaan. Seorang da\u2018i tidak hanya dituntut untuk menyampaikan kebenaran dengan lisan, tetapi juga menjaga keteguhan hati dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1466.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":435,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=435","url_meta":{"origin":177,"position":2},"title":"Istiqamah sebagai Sebab Turunnya Rezeki yang Baik: Telaah Ayat 16 Surah Al-Jinn","author":"fahimna","date":"4 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengaitkan rezeki dengan kerja keras, kecerdasan, atau kesempatan yang datang pada waktu yang tepat. Namun, Al-Qur\u2019an memberikan penjelasan bahwa rezeki tidak hanya diperoleh melalui usaha lahiriah semata, tetapi juga berkaitan erat dengan iman, takwa, dan keteguhan dalam menaati perintah Allah \ufdfb, dengan tetap menempuh sebab-sebab\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tafsir&quot;","block_context":{"text":"Tafsir","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=20"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1310.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":464,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=464","url_meta":{"origin":177,"position":3},"title":"Al-Qur\u2019an dan&nbsp;Ushul&nbsp;Fikih","author":"fahimna","date":"11 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Dalam kajian\u00a0Ushul\u00a0Fikih, pembahasan mengenai dalil (sumber hukum) memiliki kedudukan yang sangat penting, karena darinya hukum-hukum syariat ditetapkan. Para ulama dalam kitab-kitab mereka menjelaskan bahwa dalil-dalil tersebut ada yang disepakati kehujjahannya (adillah muttafaq \u2018alaiha) dan ada pula yang diperselisihkan (adillah mukhtalaf fiihaa), baik karena perbedaan sudut pandang, perbedaan nama, atau perbedaan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Ushul Fikih&quot;","block_context":{"text":"Ushul Fikih","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=30"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1358.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":482,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=482","url_meta":{"origin":177,"position":4},"title":"Adab Seorang Penuntut Ilmu Terhadap Dirinya (Bagian 2)","author":"fahimna","date":"8 April 2026","format":false,"excerpt":"\u00a0 Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu dalam membina dan memperbaiki dirinya. Adab-adab tersebut merupakan landasan awal agar ilmu yang dipelajari dapat diterima dan diamalkan dengan baik. Pada bagian ini, akan dilanjutkan pembahasan adab-adab lain yang berkaitan erat dengan penjagaan diri, baik\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Akhlak&quot;","block_context":{"text":"Akhlak","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=23"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/img_1468.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":442,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=442","url_meta":{"origin":177,"position":5},"title":"Cara Mengubah Fixed Mindset menjadi Growth Mindset","author":"fahimna","date":"13 Januari 2026","format":false,"excerpt":"Mindset atau pola pikir merupakan proses berpikir serta cara pandang seseorang dalam menyikapi realitas kehidupan. Pola pikir ini dapat dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari, lingkungan, dan pergaulan. Dalam kajian psikologi, para ahli membagi pola pikir ke dalam dua kerangka utama, yaitu fixed mindset dan growth mindset. Kedua kerangka tersebut memiliki arti\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Tematik&quot;","block_context":{"text":"Tematik","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=28"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/img_1324.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=177"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":440,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/177\/revisions\/440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/210"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}