{"id":175,"date":"2025-10-03T07:37:08","date_gmt":"2025-10-03T00:37:08","guid":{"rendered":"http:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=175"},"modified":"2025-12-08T11:56:56","modified_gmt":"2025-12-08T04:56:56","slug":"sang-peniru-ulung-rasulullah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=175","title":{"rendered":"Sang Peniru Ulung Rasulullah"},"content":{"rendered":"<span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\n<p>\ud83e\udeb4Penulis: Neisya Iffah Zahrah<\/p>\n\n\n\n<p>Garis Keturunan yang Mulia<\/p>\n\n\n\n<p>Saat telah memasuki usia senjanya, ia berbicara, \u201cAku telah berbaiat kepada Rasulullah dan sampai saat ini, aku tidak pernah merusak atau mengingkari janji itu. Aku tidak pernah berbaiat kepada pengobar fitnah dan tidak pula membangunkan orang mukmin kala tidurnya.\u201d Kalimat tersebut merupakan rangkuman kisah hidup seorang lelaki saleh yang dikarunia usia panjang hingga melebihi 80 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Lelaki itu ialah Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab Al-Qurasyi Al-Adawi atau yang lebih akrab kita sebut sebagai Ibnu Umar adalah putra dari sahabat senior Nabi shallallahu \u2018alayhi wa sallam, Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu \u2018anhu, dan juga adalah saudara laki-laki Hafshoh binti Umar, salah satu dari Ummahatul Mukminin. Beliau dilahirkan dua tahun setelah Rasul diutus, lalu masuk Islam saat berusia empat tahun bersamaan dengan keislaman ayahandanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kecintaannya Kepada Allah, Rasul-Nya, dan Agama-Nya<\/p>\n\n\n\n<p>Abdullah mulai mengabdikan dirinya pada agama Islam sejak berusia 13 tahun, ketika ia ingin menyertai sang ayah dalam perang Badar, dengan harapan mendapat tempat dalam deretan para pejuang, seandainya tidak ditolak oleh Rasulullah karena usianya yang masih terlalu muda.<\/p>\n\n\n\n<p>Abdullah selalu memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Rasulullah lalu menirunya secara cermat dan teliti. Ketika Rasulullah mendirikan salat di suatu tempat, maka Ibnu Umar pun melakukan hal yang sama di tempat itu. Di tempat lain, Rasulullah pernah berdoa sambil berdiri, maka Ibnu Umar akan turut berdoa di tempat itu pula sambil berdiri. Maka Ketika di tempat lain Rasulullah berdoa sambil duduk, Ibnu Umar pun akan berdoa disana sambil duduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, ia tidak lupa ketika unta tunggangan Rasulullah berputar dua kali di suatu tempat di Mekkah sebelum beliau turun dari atas untanya untuk melakukan salat dua rakat, meski barangkali unta itu berputar karena mencari tempat yang cocok baginya untuk menderum. Namun, Ibnu Umar tetap melakukan hal itu persis sesuai dengan perbuatan Rasulullah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesetiaannya yang sangat tulus dalam mengikuti jejak Rasulullah ini telah mengundang pujian dan decak kagum dari Ummul Mukminin Aisyah, sehingga ia mengatakan, \u201cTidak seorang pun yang mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat persinggahan beliau sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu Umar.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Satu hal lain yang sangat menyerupai ayahnya ialah air matanya bercucuran setiap mendengar ayat-ayat peringatan dari Al-Qur\u2019an, dan terkadang ia menangis hingga janggutnya dibasahi oleh air mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu Umar adalah manusia yang sangat dermawan, seseorang yang saat mendapat kiriman sebanyak empat ribu dirham lalu membagi-bagikannya, sehingga esoknya ia membelikan makanan untuk hewan tunggangannya secara hutang.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah bila orang yang gurunya Muhammad dan ayahnya Umar; luar biasa dan mampu menggabungkan hal-hal istimewa, kedermawanan, kezuhudan, dan kewara\u2019an membuktikan secara nyata bahwa ia adalah seorang pengikut terpercaya dan seorang putra teladan.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udce5 Referensi<\/p>\n\n\n\n<p>Khalid, Muhammad. Terjemahan Biografi 60 Sahabat Nabi. Cetakan Ummul Qura, Jakarta, 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>Faqih, Muhammad Nur. &#8220;Biografi Abdullah bin Umar radhiyallahu \u2018anhuma.&#8221; 2023. Diakses dari: https:\/\/muslim.or.id\/83764-abdullah-bin-umar.html#_ftn2.<\/p>\n\n\n\n<p>Follow us<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022Instagram : https:\/\/www.instagram.com\/fahimna.red?igsh=emFlaTN0eDl5dHM4<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022Telegram : https:\/\/t.me\/fahminachannel<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><span class=\"span-reading-time rt-reading-time\" style=\"display: block;\"><span class=\"rt-label rt-prefix\">Reading Time: <\/span> <span class=\"rt-time\"> 2<\/span> <span class=\"rt-label rt-postfix\">minutes<\/span><\/span>\ud83e\udeb4Penulis: Neisya Iffah Zahrah Garis Keturunan yang Mulia Saat telah memasuki usia senjanya, ia berbicara, \u201cAku telah berbaiat kepada Rasulullah dan sampai saat ini, aku tidak pernah merusak atau mengingkari janji itu. Aku tidak pernah berbaiat kepada pengobar fitnah dan tidak pula membangunkan orang mukmin kala tidurnya.\u201d Kalimat tersebut merupakan rangkuman kisah hidup seorang lelaki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-175","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-biografi"],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":173,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=173","url_meta":{"origin":175,"position":0},"title":"Sang Peniru Ulung Rasulullah shallahu &#8216;alaihi wasallam","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83e\udeb4Penulis: Neisya Iffah Zahrah Sesaat setelah Mu\u2019awiyah II putra Yazid meninggalkan jabatan khalifahnya, semua orang menaruh harapan agar Ibnu Umar lah yang mengisi kekosongan itu, hingga Marwan menemuinya dan hendak membaiatnya, namun Ibnu Umar lagi\u2013lagi menolak karena orang\u2013orang dari wilayah timur enggan membaiatnya. Sedangkan yang saat itu Ibnu Umar inginkan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":58,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=58","url_meta":{"origin":175,"position":1},"title":"BAIAT AQABAH KEDUA","author":"fahimna","date":"30 Agustus 2025","format":false,"excerpt":"Pada tahun ke-13 kenabian, suasana malam di Mina begitu hening. Di tengah sunyinya lembah Aqabah, sekelompok lelaki dan dua perempuan dari Madinah dengan hati yang berdebar berjalan menuju tempat yang telah ditentukan. Jumlah mereka tujuh puluh tiga laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah kaum Anshar yang telah memeluk Islam melalui\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-1-1.png?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":475,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=475","url_meta":{"origin":175,"position":2},"title":"Di Balik Kemenangan Perang&nbsp;Badar","author":"fahimna","date":"23 Februari 2026","format":false,"excerpt":"Perang\u00a0Badar\u00a0merupakan simbol awal dari kemenangan kaum Muslimin. Namun,\u00a0di balik \u00a0kemenangan tersebut justru membuat Madinah memasuki masa yang penuh\u00a0ketegangan. Madinah tidak pernah benar-benar dalam keadaan aman pada masa setelah Perang Badar sampai Perang Uhud. Berbagai macam\u00a0ancaman\u00a0terus datang, mulai dari aktivitas militer untuk menjaga wilayah, rencana konspirasi yang mengancam nyawa\u00a0NabiMuhammad\u00a0\ufdfa\u00a0hingga konflik terbuka\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/img_1402-1.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":169,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=169","url_meta":{"origin":175,"position":3},"title":"Si Sulung Al-Khatthab","author":"fahimna","date":"3 Oktober 2025","format":false,"excerpt":"\ud83d\udcbc Penulis: Neisya Iffah Zahrah Dalam sejarah panjang perjuangan Islam, terdapat kisah-kisah luar biasa yang menembus batas waktu dan mengguncang hati siapa pun yang membacanya. Namun, di antara kisah para pahlawan itu ada satu nama yang menyala terang ialah Zaid bin Al-Khaththab. Ia bukan hanya seorang mujahid, tapi juga nyala\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":35,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=35","url_meta":{"origin":175,"position":4},"title":"BAIAT AQABAH PERTAMA","author":"fahimna","date":"29 Agustus 2025","format":false,"excerpt":"Pada tahun ke-11 kenabian, enam orang dari Yatsrib (kini dikenal sebagai Madinah) mengunjungi Makkah saat musim haji dan bertemu dengan Nabi Muhammad shallallahu \u2018alayhi wasallam. Mereka tertarik dengan ajaran Islam setelah mendengar langsung dari beliau, dan akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keenam orang tersebut juga berjanji kepada Rasulullah untuk\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Sirah&quot;","block_context":{"text":"Sirah","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=3"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ilustrator-fahimna-3.png?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]},{"id":399,"url":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?p=399","url_meta":{"origin":175,"position":5},"title":"Pemilik Intuisi Tajam yang Menundukkan Pedang","author":"fahimna","date":"15 Desember 2025","format":false,"excerpt":"Sahabat yang dikenal karena kecerdasannya. Apakah pernah terbayang di benak kita, dihadapkan dengan musuh yang begitu lihai berbicara dan cerdik dalam strategi? Seorang\u00a0public figure\u00a0yang pendapatnya dihormati serta didengar setiap orang, taktikus medan perang yang membuat siapapun terkesima saat ia berbicara. Pemikirannya begitu brilian, pemahamannya luas, dan kemampuan problem solving-nya pun\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Biografi&quot;","block_context":{"text":"Biografi","link":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/?cat=22"},"img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=350%2C200&ssl=1 1x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=525%2C300&ssl=1 1.5x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=700%2C400&ssl=1 2x, https:\/\/i0.wp.com\/fahimna.stdiis.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/img_1227.jpg?resize=1050%2C600&ssl=1 3x"},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=175"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":182,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/175\/revisions\/182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fahimna.stdiis.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}